google-site-verification: google8ec57a9dfd80d368.html Bukti Abuya Maliki Seorang Waliyullah - KHABAR POPULER

Bukti Abuya Maliki Seorang Waliyullah


Pada acara multaqo, saya dan ashab rombongan dari Malang mendengarkan kisah lengkapnya dari santri Abuya yang tahu persis dan mengalami akan kejadian tersebut. Sudah sangat mafhum, bahwa rumah Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki di Mekkah menjadi jujugan ziarah bagi para jamaah haji dari seluruh dunia. Bahkan Habib Salim Asy Syathiri, seorang alim yang dijuluki Sulthonul Ulama, menyebutkan bahwa setelah thowaf di Ka’bah, maka untuk menambah dan melengkapi fadhilah haji dianjurkan untuk thowaf (ziarah) di kediaman Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki.

Waktu itu, seperti biasanya, jamaah haji berbondong-bondong datang sowan ke kediaman Abuya. Akan tetapi ada seseorang yang datang, dan ketika memasuki gerbang kediaman Abuya orang ini berjalan dengan adab orang Jawa. Seperti seseorang yang mau menghadap raja. Tidak menggunakan dua kaki, tetapi berjalan dengan kedua lututnya.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO
Setelah sampai di dalam, orang ini langsung masuk dan duduk di balik tiang yang paling belakang. Dan tidak ada seorangpun yang menghiraukannya.

Abuya saat itu masih sibuk menemui tamu-tamunya.

Tiba-tiba Abuya berteriak, “hei, ada orang besar di sini. Coba cari dan suruh ke sini. Beliau dari Magelang … dari Magelang …”
Maka para santripun mencari orang yang dimaksud Abuya. Ada ungkapan, laa ya’riful wali illal wali (tidak tahu wali kecuali seorang wali), benar adanya. Abuya tidak tahu siapa saja yang akan datang hari itu dan dari mana saja. Akan tetapi Abuya seperti merasakan kehadiran orang besar dari Indonesia, tepatnya dari Magelang. Maka para santripun mencari orang yang dimaksud oleh Abuya. Satu persatu para peziarah ditanyai, adakah jamaah yang dari Magelang?

Setelah mencari cukup lama dan tidak ditemukan orang yang dimaksud. Terlihat ada jamaah haji yang duduk paling belakang menunjuk ke arah tiang. Dengan sedikit takut nunjuknya. Maka santri yang ditugaskan mencari, berjalan ke arah belakang. Benar saja, di balik tiang yang paling belakang duduk sosok sepuh, Mbah Hasan Mangli yang berasal dari Magelang dengan menundukkan kepala.

Maka, oleh santri tersebut beliau dipersilahkan untuk maju menemui Abuya. Akan tetapi Mbah Hasan Mangli tidak berkenan, tetap masih duduk dan menunduk. Abuya pun tahu. Maka Abuya memerintahkan santri yang asli Arab untuk membawa Mbah Hasan Mangli menemui Abuya. Akhirnya berhasil lah Mbah Hasan Mangli dibawa menghadap Abuya.

Setelah bertemu, Abuyapun merangkul Mbah Hasan Mangli, kemudian Abuya berteriak, “showwir… showwir…” potret… potret. Maka Habib Idrus, santri Abuya yang berkhidmah bagian motret pun segera melaksanakan perintah Abuya.

Sepertinya Abuya tahu, bahwa salah satu karomah Mbah Hasan Mangli adalah tidak bisa dipotret. Dan inilah fotonya. Foto Abuya sedang merangkul Mbah Hasan Mangli. Dan yang bikin heran adalah, pada saat Abuya memerintahkan memotret, di saat yang bersamaan banyak jamaah yang mengabadikan momen tersebut. Akan tetapi hasil foto yang jadi, hanya hasil foto yang dibidik oleh Habib Idrus santri suruhan gurunya.

Demikian kisah singkat pertemuan Prof. Dr. Al Muhaddits Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki Al Hasani dengan Mbah Hasan Mangli Magelang.

(Penulis: Sayyid Taufiq Al Jaelani, Malang)
Sumber: bangkit Media
Share on Google Plus

About REDAKSI

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment