google-site-verification: google8ec57a9dfd80d368.html Kualitas Pemimpin Tergantung Kualitas Rakyatnya - KHABAR POPULER

Kualitas Pemimpin Tergantung Kualitas Rakyatnya



Oleh
Tengku H.  Zahrul Mubarrak MA
Wadir I LPI MUDI Mesra

Harus kita akui bahwa pemimpin adalah cerminan rakyatnya, keadaan masyarakat memberi pengaruh besar dalam “melahirkan” pemimpinnya, sebagaimana dalam satu hadits riwayat al-Dailami dijelaskan:
(كَمَا تَكُونُوا يُوَلَّى عَلَيْكُمْ*  (رواه الديلمي

“Sebagaimana keadaan kalian, demikian terangkat pemimpin kalian”

Disamping kondisi masyarakat secara umum, kolega dan pendukung nya juga mempengaruhi keadaan atau kualitas pemimpin itu, sebagaimana disebutkan dalam kitab Syadzaraat al-Dzahaab:

*وروي أن رجلا قال لعليّ: ما بال خلافة أبي بكر وعمر كانت صافية، وخلافتك أنت وعثمان متكدّرة؟ فقال: إن أبا بكر وعمر، كنت أنا وعثمان من أعوانهما، وكنت أنت وأمثالك من أعواني وأعوان عثمان*. شذرات الذهب في أخبار من ذهب (١/٢٢٦)

Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu pernah ditanya seseorang, “Mengapa disaat Abu Bakar dan Umar menjabat khalifah kondisinya bersih (tertib dan tenang), namun saat Engkau  dan Utsman yg menjadi khalifah kondisinya kacau (tdk teratur)?

Sayyidina Ali menjawab: “karena saat Abu Bakar dan Umar menjadi khalifah, mereka didukung oleh orang-orang seperti aku dan Utsman, namun saat aku dan Utsman menjadi khalifah, pendukungnya adalah kamu dan orang-orang sepertimu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sahabat dekat dan pendukung menjadi salah satu indikator awal baiknya pemimpin atau tidak, ini mengingatkan kita pada satu sya’ir yg ada dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yg kita belajar dan ajarkan di Dayah yang berbunyi;

عن المرء لاتسأل وأبصر قرينه # فإنّ القرين بالمقارن يقتدى
فإن كان ذا شرّ فجانبه سرعة # وإن كان ذاخير فقارنه تهتدي

Jika kau hendak tahu karakter seseorang, jangan tanyakan padanya “hey kamu orangnya gimana, baik tidak, jujur tidak..?, tapi lihat sahabatnya, karena sesungguhnya sahabat itu pasti saling mempengaruhi, jika engkau melihat sahabatnya berkarakter buruk, segera menjauhlah.

Namun jika kau melihat sahabatnya baik, bersahabatlah dengan nya, niscaya engkau akan mendapat perunjuk.

Karena itu siapapun yang terpilih menjadi pemimpin, jangan salahkan mereka saja sementara kita lupa untuk muhasabah atau intropeksi diri sendiri untuk menilai diri kita masing - masing, karena pemimpin itu cerminan rakyatnya, gambaran masyarakatnya.

Akhirnya kita berdo’a kepada Allah supaya di berikan pemimpin yg baik untuk kita:

‎ اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ
Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami—karena dosa-dosa kami—orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.

Akhirul kalam, semoga menjadi renungan untuk kita semua.


Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.