Aswaja Aceh Utara Juga Tolak Modifikasi Hukum Cambuk

Lhoksukon | khabarpopuler.com - Aswaja Aceh utara mengaku menolak tegas wacana Pemerintah Aceh mengubah pemberlakuan hukuman cambuk dari terbuka menjadi tertutup.

Hal itu disampaikan ketua Aswaja Aceh utara, Tgk. Samsul Bahri, S. HI  melalui media pesan singkat ke redaksi khabarpopuler.com pada Sabtu, 15 Juli 2017 sekira pukul 20.30 WIB.

“Kami dari Aswaja Aceh Utara menolak keras rencana pemerintah untuk melakukan eksekusi hukum cmbuk secara tertutup,” kata Tgk. Samsul Bahri.

Sebelumnya diketahui Irwandi Yusuf berencana mengubah pemberlakuan hukuman cambuk di Aceh karena beralasan berpengaruh terhadap investasi di Aceh. Pernyataan Irwandi dipublish sejumlah media, yang disebut merupakan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilakukannya hukum cambuk secara terbuka, lanjut dia, karena sebagai bentuk syiar agar menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh, sehingga tidak melakukan hal yang sama.

“Itu juga untuk memberikan efek jera bagi pelanggar agar tidak mengulangi hal yang sama. Otomi khusus (Otsus) tentang pelaksanaan hukum syariat Islam juga telah diberikan,” kata dia.

Beliau juga meminta para Investor tidak takut ke Aceh, kecuali jangan-jangan ada rencana melakukan maksiat di Aceh. “Kalau ada niat melakukan pelanggaran syariat Islam di Aceh, berarti tidak menghargai masyarakat Aceh dan malah berusaha menghancurkan generasi Aceh,” tegasnya.

“Hukuman cambuk itu bukan untuk Investor tapi untuk pelanggar Syariat Islam,” tambahnya. [ Red ]

Share on Google Plus

About Martunis Nisam

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment