Agama Hanyalah Warisan?? Hati-Hati Iktiqad Jabariyah


| Bantahan atas tulisan bocah yang dibanggakan presiden |

Keputusan seseorang itu benar adanya, demikian Islam berucap. Meski benar tiada taksir sebuah perbuatan kecuali qudrah dan iradah Allah Swt.

Pemahaman para pendahulu, sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in begitu juga seterusnya, bahwa pada hamba terdapat pilihan untuk memilih sesuatu yang berakibat baik beginya atau berakibat buruk baginya.

Pembuktian selanjutnya, bahwa manusia tidak bagaikan robot yang diskenario oleh Allah Swt namun juga punya pilihan sendiri.

Pertama, perbuatan hamba pada hakikatnya adalah tidak ada, yang hanya adalah perbuatan Allah swt.  Lalu ditanya, apakah ini bukan berarti semua akan bermakna warisan yang tidak bisa dipilih?!.

Jawabnya adalah, Iradah Allah kepada perbuatan atau keputusan perbuatan hamba biasanya sesuai dengan iradah Allah, jauh dalam azali bahwa Allah telah mengetahui hamba yang diciptakan nantinya akan memilih bebuat A misalnya maka iradah Allah juga A sesuai dengan pilihan hamba ketika dia sudah dilahirkan. Nah, pada perbuatan atau keputusan hamba terjadi nanti akibat iradah dan qudrah Allah.

Maka oleh sebab itu, keputusan atau pilihan hari ini adalah keputusan kita bukan warisan. Bagitu juga halnya Agama. Banyak kita jumpai seorang anak memilih muslim padahal lahir dalam keluarga Hindu, begitu juga anak memilih budha padahal lahir dari keluarga hindu dan sebagainya.

Oleh sebab itu, pernyataan bahwa Agama adalah warisan yang seolah-olah hamba hanyalah robot yang tak bisa memilih ini persis keyakinan Jabariyah, artinya semua perbuatan adalah perbuatan Allah, manusia hanya robot dan semuanya menjalani skenario yang ada, hamba tidak ada pilihan. Nah, iktiqad jabariah masuk dalam katagori sesat menyesatkan.

Wallahu'alam
Martunis Nisam
Demisioner IKAPAS Nisam

Share on Google Plus

About Martunis Nisam

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment