Promo
Tahunan
×
Home » , , » Penyampaian Tu Bulqaini Tentang Islam Di Aceh Membuat Tokoh Yahudi Terkesima

Penyampaian Tu Bulqaini Tentang Islam Di Aceh Membuat Tokoh Yahudi Terkesima

Written By Redaksi on Thursday, 27 October 2016 | 08:35:00

Tu Bulqaini Bersama Habib Umar bin Hafidh
Duta Besar Amerika Serikat untuk kebebasan beragama internasional, David N. Superstein berkunjung ke Aceh pada hari Selasa (25/10/2011). David yang juga seorang Rabby Yahudi mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Aceh dan juga beberapa tokoh Aceh untuk mewawancarai persoalan Syariat Islam di Aceh.

Salah satu tokoh Aceh yang ikut diwawancarai adalah Tu Bulqaini yang merupakan Sekjend HUDA. Tu Bulqaini menyatakan siap menyambut kedatangan Dubes AS ini untuk diwawancarai tentang Islam mengingat Rasulullah Saw tidak pernah lari ketika ada orang kafir yang ingin bertanya tentang Islam kepadanya.

Saat ditanya kenapa umat Islam yang berada di Aceh bisa hidup damai dan berdampingan dengan Non Muslim, Tu Bulqaini mengatakan bahwa Islam yang berkembang di Aceh adalah Islam yang dibawa oleh orang Arab dulu yang bermanhaj Ahlussunnah Waljamaah. Islam di Aceh adalah sunni yang asli, bukan sunni rakitan seperti yang dianut oleh kelompok radikal. Islam seperti ini lah yang membuat minoritas merasa nyaman. Bahkan, non Muslim yang ada di Aceh, baik pendetanya mendukung pelaksanaan Syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Tu menyampaikan bahwa persaudaraan dalam Islam sangatlah luas. "Ada yang namanya Ukhuwah Islamiyyah, dimana persaudaraan ini tidak dibatasi oleh warna kulit dan negara. Dimana pun mereka berada selama ia Muslim maka itu adalah Saudara kami. Kemudian ada ukhuwah wathaniyyah, saya saudara dengan orang Kalimantan, saya saudara dengan orang Papua, karena sama-sama warga negara Indonesia."

"Kemudian ada ukhuwah yang lebih luas lagi, yaitu ukhuwah insaniyyah atau ukhuwah basyariah. Persaudaraan ini tidak dibatasi oleh suku, ras, negara dan agama. Atas nama manusia, maka itu adalah saudara." Tu Bulqaini menceritakan, pada suatu hari Rasulullah Saw berdiri tatkala ada jenazah yang lewat di depannya. Para Sahabat berkata kepada Rasulullah bahwa ini adalah jenazah Yahudi. Rasulullah berkata, bukankah dia itu manusia, aku menghormatinya sebagai manusia.

Tu Bulqaini menyampaikan, "Seperti ini lah Islam yang sebenarnya, Islam rahmatan lil 'alamin. Makanya kalau seandainya Anda menginginkan Islam yang berkembang di Amerika aman dan damai, undanglah Ulama Ahlussunnah Waljamaah dari Aceh dan Nusantara untuk mengajarkan Islam di sana."

Lalu saat ditanya tentang kerusuhan Singkil, Tu Bulqaini menampik bahwa kerusuhan itu berawal dari umat Islam. "Soal Singkil, itu disebabkan minoritas menyalahi kesepakatan dan aturan yang telah ditetapkan. Pendirian rumah ibadah di Aceh harus ada izin. Jangankan gereja, pendirian Mesjid sendiri harus ada izin. Jadi karena mereka (minoritas) melanggar kesepakatan dan menyalahi aturan dengan mendirikan gereja tanpa izin, maka terjadilah kerusuhan."

Di akhir pertemuannya, David menyampaikan kekagumannya tentang apa yang disampaikan oleh Tu Bulqaini dan katanya belum pernah ia dengar sebelumnya.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site