Tahlilan Meringankan Beban Orang Mati



Dalam tradisi umat Islam Nusantara, apabila ada orang meninggal dunia, maka dibacakan Tahlilan; yang komposisinya terdiri dari aneka ragam bacaan dzikir seperti al-Qur’an, tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan shalawat. Hal tersebut sangat penting untuk membantu beban saudara kita yang telah meninggal dunia dalam menghadapi tanya jawab di alam kubur. Dalam kitab-kitab hadits diriwayatkan:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: " لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ "

“Jabir bin Abdillah berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju sahabat Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat jenazah kepadanya, ia diletakkan di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kamipun membaca tasbih dalam waktu yang lama. Kemudian baginda membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu baginda ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Baginda menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini benar-benar menjadi sempit kepadanya, hingga Allah melapangkannya baginya.” (HR Ahmad [14873], al-Hakim al-Tirmidzi dalam Nawadir al-Ushul (hlm 325), al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir (juz 6 hlm 13) dan al-Baihaqi dalam Itsbat ‘Adzab al-Qabr [113] dengan sanad yang hasan).

Hadits tersebut memberikan kesimpulan bahwa bacaan tasbih dan takbir dapat meringankan beban orang yang meninggal dunia dalam menghadapi dahsyatnya kehidupan alam kubur, sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Laqqani dalam Hasyiyah Syarh al-Shudur hlm 234. Sunnah ini direalisasikan oleh umat Islam dengan bacaan Tahlilan. Wallahu a’lam
Share on Google Plus

About Redaksi Nasional

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment