Promo
Tahunan
×
Home » , » Dialog Antara Seorang "Guree" dan Santri

Dialog Antara Seorang "Guree" dan Santri

Written By Redaksi on Wednesday, 20 April 2016 | 10:27:00



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu..

Di sebuah Pondok pesanteren,terjadi dialog antara Kiyai dan Santrinya.

Kejadian ini setelah Kiyainya memberikan Tausiyah kepada semua santrinya.

Salah seorang santrinya bertanya kepada Kiyainya tentang manusia yang paling bahagia di Dunia dan Akherat

Dialognya sebagai berikut.

Santri :"Siapakah manusia yang paling bahagia di dunia dan akherat,kiyai ?"
Kiyai :"Bagus sekali pertanyaanmu, Orang yang bahagia dunia akherat adalah mereka yang lidahnya penuh hikmah, lisannya penuh dzikir, hatinya penuh syukur jauh dari takabbur, Otak, akal dan jiwanya penuh kekayaan."

Santri : "Siapakah orang yang tidak bisa kaya , Kiyai ?
Kiyai : "Orang yang tak bersyukur atas karunia yan didapat tapi iri pada karunia yang diperleh orang lain."

Santri : "Kalau orang yang paling kuat itu siapa kiyai ?
Kiyai : " Dia adalah orang yang bisa mengendalikan amarahnya."

Santri : " Kalau orang yang paling sakti, siapa kiyai ?
Kiyai : " Orang yang bertaqwa."

Santri : " Kok begitu kiyai ? "
Kiyai : " Karena orang yang bertqwa itu tak mempan ditembak senapan, tak melepuh dibakar api dan tak basah disiram air. "

Santri : " Maksudnya Kiyai ?"
Kiyai : " Tak mempan ditembak senapan, artinya orang yang bertaqwa tidak akan pernah menerima suap.
Tak melepuh dibakar api, artinya orang yang bertqwa itu tak mudah marah bila dihina dicaci oleh panasnya api fitnah dan dendam.
Tak basah oleh air, artinya orang yang bertaqwa itu tak hanyut oleh dingin dan sejuknya pujian dan sanjungan. "

Santri : " Terima kasih kiyai atas wejangannya..."

Semoga kita dapat mengambil pelajaran atau Ibrah dari dialog diatas.
Wallahu a’lan.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site