Promo
Tahunan
×
Home » , , , » ANAK ITU MASA DEPANNYA BANGSA

ANAK ITU MASA DEPANNYA BANGSA

Written By El_Mouslim _ on Friday, 1 April 2016 | 07:43:00

Permasalahan utama yang dihadapi dunia pendidikan dewasa ini adalah Rendahnya Prestasi Belajar siswa. Hal ini merupakan sebuah koreksi bagi kinerja dunia pendidikan, khususnya para pegiat pendidikan. Kita memang sangat terenyuh melihat kenyataan rendahnya prestasi belajaar para siswa kita. Ini mencerminkan proses pendidikan dan pembelajaran yang gagal. 
Terkait dengan kondisi tersebut, maka setidaknya kita perlu melakukan introspeksi  terhadap segala hal yang telah kita perbuat untuk proses pendidikan anak bangsa. Bahwa pendidikan dilakukan pada  3 (tiga) tempat yang paling utama, yaitu di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Oleh karena itulah, jika kita mendapati kenyataan jelek yaitu rendahnya prestasi belajar siswa, maka sebenarnya merupakan tanggungjawab bersama tiga aspek tersebut.

Tentunya sebagai akibat rendahnya prestasi belajar siswa, maka kualitas sumber daya manusia (SDM) juga terpengaruh. Hal ini karena adanya keterkaitan nyata antara prestasi belajar dengan kualitas sumber daya manusia. Siswa yang berprestasi mencerminkan sumber daya manusia yang berkualitas, sementara siswa yang tidak berprestasi atau rendah prestasinya menunjukkan sumber daya manusia yang berkualitas rendah juga.
Terkait dengan hal tersebut, maka perlu kiranya kita secara intens dan bersama-sama memberikan perhatian ekstra terhadap dunia pendidikan. Kita tidak boleh terjebak oleh rendahnya prestasi belajar siswa sehingga merasa terpuruk dan enggan beranjak dari kondisi tersebut. Untuk hal tersebut kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut:


Proses Pembelajaran Harus Efektif

Rendahnya prestasi belajar siswa sebenarnya merupakan satu pukulan telak yang diterima oleh guru dan dunia pendidikan. Ini merupakan satu kondisi yang memalukan dan harus segera ditindak-lanjuti dengan penanganan efektif.
Untuk hal tersebut, maka guru seharusnya benar-benar memaksimalkan proses pembelajaran sehingga materi dan target dapat dicapai secara maksimal dan efektif. Dengan demikian, maka kualiats SDM dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan secara signifikan.
Efektivitas proses pembelajaran pada jaman sekarang sangat tergantung pada tingkat kebersamaan siswa dalam melaksanakan tugas dan kewajiban belajarnya. Jika tidak, maka segala upaya yang kita lakukan sama sekali tidak berguna untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ini merupakan kewajiban untuk mengangkat rendahnya prestasi belajar siswa.

Siswa Harus Berperan Aktif Dalam Proses Pembelajaran
Konsep pembelajaran beralih secara signifikan pada proses pembelajarannya, dimana pada jaman dahulu, konsepnya menempatkan guru sebagai pusat belajar, maka sekarang siswa adalah pusat belajarnya. Artinya untuk meningkatkan rendahnya prestasi belajar siswa, maka siswa seharusnya memposisikan diri sebagai pusat kegiatan, sehingga setiap kegiatan belajar adalah bagian kegiatannya.
Siswa harus terlibat dan berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak boleh hanya menunggu perintah atau menjadi pendengar setia dari proses pembelajaran di kelasnya. Mereka harus mengambil peranan secara aktif. Jika mereka mengambil peranan aktif dalam proses pembelajaran, maka rendahnya prestasi belajarsiswa dapat ditingkatkan.
Siswalah yang sesungguhnya menentukan keberhasilan belajarnya. Jika mereka aktif belajar, maka tingkat keberhasilannya semakin bagus.

Peranan Orangtua Pada Belajar Anak-anaknya
Orangtua atau keluarga adalah tempat belajar siswa untuk pertama kalinya. Sejak kecil, mereka berada di lingkungan keluarga sehingga mereka secara langsung melakukan proses belajar. Siswa belajar dari orang-orang yang berada di sekitarnya sehingga mempunyai kemampuan melakukan sesuatu.
Dengan demikian, sebenarnya orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan rendahnya prestasi belajar siswa.
Seringkali terjadi, orangtua menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan dan pembelajaran anak-anaknya kepada sekolah. Mereka merasa dunia pendidikan mempunyai kemampuan untuk memberikan proses pendidikan dan pembelajaran yang dibutuhkan anak-anaknya dan tidak perlu ditambah di rumah. Akibatnya adalah rendahnya prestasi belajar anak-anak sebab tidak ada bimbingan di rumah.

Masyarakat Sebagai Tempat Belajar Siswa
Lingkungan terakhir yang menjadi tempat belajar anak-anak adalah lingkungan masyarakat. Di lingkungan inilah, banyak waktu yang dihabiskan anak. Mereka bergerak dan bersosialisasi dengan banyak orang sebagai wujud dirinya makhluk sosial.
Dengan demikian, maka semakin berkurang waktu yang mereka miliki untuk belajar. Dan, dalam konteks inilah yang  selanjutnya menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa.
Anak-anak kehilangan waktu untuk belajar sebab terlalu asyik dengan interaksi antar personal di masyarakat. Mereka tidak pernah belajar sebab kegatan di masyarakat jauh lebih menarik perhatian mereka daripada sekedar belajar di depan meja belajar. Dalam kondisi inilah, maka seharusnya masyarakat menerapkan tugas dan kewajibannya terhadap proses belajar anak-anak.
Nah, jika hal-hal ini kita lakukan dengan baik, maka rendahnya prestasi belajar anak anak dapat kita tingkatkan dan anak-anak akan menjadi sumber daya manusia yang efektif bagi kehidupan. Tetapi, mengapa selama ini prestasi tersebut belum juga meningkat?

Oleh || Muslemaceh


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site