Promo
Tahunan
×
Home » , » Sejarah Nama-Nama Bulan Hijriah

Sejarah Nama-Nama Bulan Hijriah

Written By El_Mouslim _ on Wednesday, 16 March 2016 | 22:49:00


Oleh | Muslem Sulaiman

Syekh Alamud Din As-Sakhowi di dalam kitabnya Al-Masyhur fi Asma Al-Ayyam was Syuhur di sebutkan bahwa;
๐ŸƒBulan Muharram di namakan Muharram karena merupakan bulan yang didisucikan. Menurut pendapat penulis (As-Sakhowi), dinamakan demikian untuk mengukuhkan keharamannya. Mengingat orang-orang Arab di masa lalu berpandangan labil terhadap bulan tersebut, terkadang dalam satu tahun mereka menghalalkannya, sedangkan di tahun berikutnya mengharamkanNya.๐ŸŒพ
Bulan Muharram
di namakan Muharram karena merupakan bulan yang didisucikan. Menurut pendapat penulis (As-Sakhowi), dinamakan demikian untuk mengukuhkan keharamannya. Mengingat orang-orang Arab di masa lalu berpandangan labil terhadap bulan tersebut, terkadang dalam satu tahun mereka menghalalkannya, sedangkan di tahun berikutnya mengharamkanNya.Bulan Safar, dinamakan demikian karena rumah-rumah mereka (orang-orang Arab) kosong dari para penghuninya, sebab penghuninya pergi untuk berperang dan mengadakan perjalanan. Dikatakan safaral makanu, apabila tempat yang dimaksud kosong, tak berpenghuni. Dijamakkan menjadi asfar, sama wazannya dengan lafaz jamal yang bentuk jamaknya ajmal.

Bulan Robi'ul AwwaL 
dinamakan Robi'ul AwwaL sebab mereka menetap di rumahnya masing-masing. Al-irtiba' artinya tinggal di keramaian daerah tempat tinggal. Bentuk jamaknya adalah arbi’a, sama wazannya dengan lafaz nasibun yang bentuk jamaknya ansiba. Bisa juga dijamakkan menjadi arba'ah, sama wazannya dengan ragifun yang bentuk jamaknya argifah.Bulan Rabi'ul Akhir sama ketentuannya dengan Rabi'ul Awwal.
๐Ÿ‚
Jumada
dinamakan demikian karena pada bulan itu air membeku. mereka menamakannya dengan sebutan Jumada pada awal mulanya adalah di saat air sedang membeku, seperti yang disebutkan oleh seorang penyair di antara mereka, yaitu:

Dan malam hari dari bulan Jumada yang berkabut tebal, seorang hamba tidak dapat melihat tali pengencang kemah dalam kegelapannya. Dan anjing tidak ada yang melolong kecuali hanya sekali sebelum melilitkan ekornya pada moncongnya.๐ŸŽJumada dijamakkan menjadi jumadiyat, sama wazannya dengan lafaz hubara yang jamaknya hubariyat. Lafaz jumada terkadang dimudzakkarKan dan terkadang dimuanNaskan, maka dikatakan Jumadil Ula dan Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, dan Jumadil Akhirah.๐ŸŒบ

Bulan Rajab 
berasal dari tarjib, artinya menghormat, dijamakkan dalam bentuk arjab, rajah, dan rajabat.

Bulan Sya'ban 
berasal dari sya'abai qabailu, artinya kabilah-kabilan itu mulai berpencar untuk mengadakan serangan. Dijamakkan dalam bentuk sya'abin dan Sya’banat.

Bulan Ramadan 
berasal dari kata syiddatur ramda yang artinya panas yang terik. Bila dikatakan ramadatil fisalu, artinya anak-anak unta itu kehausan. Dijamakkan dalam bentuk ramadanat, ramadina dan armidah.๐ŸŒป

Bulan Syawwal
 berasal dari kata syalatil ibilu aznabaha lit taraq yang artinya unta itu mengangkat ekornya untuk kawin. Dijamakkan dalam bentuk syawawil, syawawil, dan syawalat.๐ŸŒธAl-Qa'dah, dapat juga disebut Al-Qi'dah. Dinamakan demikian karena mereka (orang-orang Arab) diam di tempatnya, tidak mengadakan peperangan, tidak pula bepergian. Dijamakkan menjadi zawatul qa’dah.๐ŸŒฑ

Al-Hijjah dan Al-Hajjah, dinamakan demikian karena mereka melakukan haji di bulan itu. Dijamakkan menjadi zawatul hijjah.

Di Kutib dari Tafsir Ibnu Katsir Surat At-Taubah: 36
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site