Promo
Tahunan
×
Home » , , , » Satu Jam Bersama Abiya Muhammad Baidhawi

Satu Jam Bersama Abiya Muhammad Baidhawi

Written By Redaksi Nasional on Thursday, 3 March 2016 | 12:54:00

Foto Abiya Muhammad Baidhawi Pada Kuliah Umum
Malam Jum’at adalah malam yang penuh barakah senantiasa bagi kita melakukan ibadah sebagai bekal menuju akhirat nanti, tidak kalah pentingnya jika kita menghaziri majlis-majlis ilmu dan ulama dalam rangka menata hati yang kadang kala terlalu banyak dosa yang telah kita kerjakan.

Pada malam Jumat kali ini kami mengikuti tausiah penuh hikmah bersama Abiya Muhammad Baidhawi beliau adalah intelektual serta ulama muda Aceh sekarang , beliau mengisi kuliah selama satu jam penuh dihadapan ribuan  santri dan para guru MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Dalam tausiah beliau menyatakan syarat untuk menuntut ilmu supaya bermamfaat adalah dengan cara menjaga hati dan perbuatan kita dari perbuatan maksiat dan dosa karena ilmu ini ibarat nur dan dosa ibarat kegelapan maka antara keduanya saling berlawanan.

‘’Ilmu ini ibarat madu yang diberikan oleh guru dan kita sebagai santri adalah orang yang menunggu madu tersebut  dengan membawa bejana, namun jika kita membawa bejana yang bernajis maka madu tersebut tidak akan bisa dipakai walaupun jumlahnya sangat banyak’’ pinta beliau pada pertengahan kuliah dihadapan ribuan santri dan dewan guru.

Untuk mendapatkan ilmu agama ini bukan hanya belajar tapi dengan menjahui dari perbuatan maksiat dan menjaga makanan , maka makanan yang kita makan sudah semestinya kita jaga.

Jangan terlalu kenyang

Jangan terlalu banyak

Jangan terlalu enak

Karena jika kita merasakan enaknya makanan di dunia ini maka kita tidak akan merasakan kelezatan makanan dalam surga nanti dan jika perut dipenuhi oleh makanan maka tidurlah hati seseorang.

Pada akhir kuliah Abiya menceritakan kisah Imam Syafi’i yang lahir dalam keadaan yatim dan dari keluarga yang miskin, ketika Imam Syafi’i belajar pada Imam Malik , beliau (Imam Syafi’i) tidak memilki satu lembar kertaspun untuk menulis pelajaran akan tetapi Imam Syafi’I sanggup mengahafal seuruh apa yang diajarkan  Imam Malik. Ini adalah berkat kesungguhan beliau dalam menahan segala maksiat dan menjaga makanan .


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site