Promo
Tahunan
×
Home » , » Karimun, Si Sakit Hati yang Menyakiti

Karimun, Si Sakit Hati yang Menyakiti

Written By Muhammad on Sunday, 20 March 2016 | 00:13:00


KHABARPOULER.COM - Beberapa hari lalu ketua PDI Perjuangan Propinsi Aceh, Karimun, mengeluarkan statement yang tergolong “meagam”, sangat lantang dan penuh amarah. Ia berani melawan secara terang-terangan PA dan bendera Aceh, kekesalannya terhadap PA terlihat jelas diekspresikan dalam kata-katanya “setelah mereka berdua menjadi gubernur dan wakil gubernur, tidak ada secarik kertas, begini sebagai ucapan terima kasih” ia menejelaskan sambil merobek secarik kertas sebesar seperempat kertas HVS.

Ketidak pedulian pemerintahan ZIKIR terhadapnya, membuat karimun begitu sakit hati dan murka, imbasnya Bendera Aceh dan PA tidak mendapat restu darinya, bahkan ia telah berusaha melakukan pergerakan yang tergolong amat “danger” dengan melarang presiden untuk mensahkan bendera BB,  tidak sampai disitu saja, ia juga berani mengatakan bendera BB sebagai bendera separatis, Karimun ibarat “benteng” beringas yang terlukai.

Sikap politik karimun setidaknya mengindikasikan bahwa ia sedang melakukan propaganda politik dengan melakukan name calling (memberikan label) kepada bendera BB sebagai “separatis”, dalam kata-katanya “kenapa bendera yang bentuknya separatis ia ngotot” dengan tujuan agar isu bendera yang selama ini naik ke permuakaan menjadi remeh, seolah bendera itu bukanlah hal yang penting. Disamping itu ia juga mulai melakukan apa yang dinamakan dengan Glittering generalities melakukan labeling asosiatif bercitra baik terhadap dirinya dan PDI Perjuangan sebagai korban yang terkhianati oleh pemerintah Aceh.

Lebih jauh lagi, karimun kelihatannya juga ingin memberikan sebuah sinyal bahwa ia dan PDI Perjuangan memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan arah Pilgub 2017 mendatang mengingat partainya sekarang ini sedang berkuasa di pemerintahan pusat, maka ia menyadarkan para cagub dan cawagub bahwa Peran PDI Perjuangan sangat menentu, hubungan mereka dengan pemerintahan pusat terkait dengan lobi-lobi politik dan legislasi hukum terkait kanun Aceh sangat penting. Intinya mereka patut diperhitungkan.

Namun, Jika saja Karimun lebih jeli dalam bermain tiki taka politik Aceh dan mempelajari karakter orang Aceh maka ia tidak akan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan seperti itu terhadap lambang dan kehormatan rakyat Aceh, ia seharusnya tahu bahwa karakter rakyat Aceh adalah pantang direndahkan. Di samping itu Karimun juga menunjukkan ketidak iklasannya dalam mendukung kemajuan Aceh dengan mengungkit-ungkit hal terkait tidak adanya “terimakasih” dari pemerintah ZIKIR atas bantuannya terhadap mereka. 

Seharusnya jika Karimun merasa sakit hati dan marah terhadap pemerintahan ZIKIR jangan melampiaskannya dengan menyakiti hati dan perasaan rakyat Aceh. (Khairi)


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site