google-site-verification: google8ec57a9dfd80d368.html Bedak Johnson & Johnson Picu Kanker, Perusahaan Didenda Hampir Rp 1 Triliun - KHABAR POPULER

Bedak Johnson & Johnson Picu Kanker, Perusahaan Didenda Hampir Rp 1 Triliun

Perusahaan multinasional menghadapi tuntutan cukup berat dari konsumennya yang meninggal dunia mengidap penyakit kanker usai menggunakan produk Johnson & Johnson (J&J).
Ya, J&J diharuskan membayar US$72 juta (Rp965 M) kepada keluarga wanita yang menyatakan kematiannya terkait penggunaan bedak Baby Powder perusahaan itu.
Jackie Fox dari Birmingham, Alabama AS, meninggal karena kanker rahim tahun lalu pada usia 62 tahun setelah menggunakan bedak bubuk tersebut selama puluhan tahun.

Botol Johnson & Johnson terlihat pada ilustrasi di New York, 24 Februari 2016.Keluarganya memandang perusahaan tersebut mengetahui risiko bedak dan gagal memberitahu para konsumen.
Tetapi J&J menyangkal keputusan pengadilan itu dan sedang mempertimbangkan untuk banding. Para peneliti mengatakan kaitannya dengan kanker rahim tidak terbukti.
Seorang juru bicara perusahaan mengatakan," Kami memiliki tanggung jawab yang lebih besar terkait kesehatan dan keamanan konsumen, dan kami kecewa dengan keputusan pengadilan.
"Kami bersimpati dengan keluarga penuntut tetapi menegaskan keyakinan bahwa keamanan bedak bubuk kosmetik didukung bukti ilmiah puluhan tahun." (tribunmedan)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.