Promo
Tahunan
×
Home » , , » Nasehat Paling Berharga Dr. Said Faudah untuk Pelajar

Nasehat Paling Berharga Dr. Said Faudah untuk Pelajar

Written By Redaksi on Thursday, 25 February 2016 | 10:02:00

Aku wasiatkan kepada para pembaca matan kitab syar'iyah (penuntut ilmu agama pemula) supaya membatasi perhatian hanya kepada matan, dan tidak menelaah pada hasyiah terlebih dahulu ; kecuali ketika berhajat, terutama pada pembacaan buat kali pertama.Kerana, hal ini mampu menjaga pikirannya dari kekeliruan dan terputus-putus, antara matan dan hasyiah. Namun, tiada halangan baginya untuk merujuk kepada hasyiah apabila ada satu kemusykilan pada suatu perkara atau masalah, atau setelah dia telah menghabiskan kitab dan memahami apa yang ada di dalamnya.

Ketahuilah bahwa bacaan kali kedua dan ketiga bagi sebuah kitab mempunyai faedah yang banyak, sebagaimana telah ditegaskan oleh para pemuka ulama’.

Sesungguhnya mereka membaca sebuah kitab beberapa kali sebelum berpindah kepada kitab-kitab yang lain. Telah diceritakan tentang As-Sayyid Asy-Syariff Jurjaniy, bahwa beliau telah membaca Syarh Mathali’ dalam ilmu mantiq, lebih dari 14 kali sebelum beliau pergi belajar kepada pengarang kitab itu sendiri, yaitu Al-Allamah al-Quthub Ar-Razi rahimahullah untuk belajar dengannya.

Cerita tentang para ulama’ dan keadaan mereka dalam pembacaan kitab lebih masyhur untuk kita sebutkan, sehingga diantara mereka ada yang digelar ‘Al-Minhaji’ karena mereka selalu menelaah kitab Al-Minhaj karangan Al-Imam An-Nawawi dalam ilmu Fiqh. Diantara mereka ada yang membaca kitab Ar-Risalah karangan Al-Imam Asy-Syafie lebih dari 30 kali, setiap kali pembacaan mereka pasti mendapatkan sesuatu yang baru, yang tidak pernah mereka dapatkan pada pembacaan sebelumnya.

Maka karena itu, mengulang membaca sebuah kitab merupakan langkah yang paling penting yang diperlukan bagi setiap seorang (penuntut ilmu) generasi ini. Siapa yang diberikan taufiq oleh Allah s.w.t dan kemudian dia pergi menuntut ilmu, umumnya mereka tidak mengetahui metode (yang benar) dalam menuntut ilmu. Maka kamu lihat ia mempelajari sebuah kitab, tapi sebelum mereka merealisasikan tuntutan-tuntutan serta memahami permasalahan yang ada padanya, mereka berpindah kepada kitab yang lain.Maka natijahnya adalah tiadanya penguasaan dan kemantapan para pembaca (penuntut ilmu) ini terhadap sesuatupun dari kitab yang dibacanya, kecuali apa yang dihasilkan dengan cara ini berupa hanyalah membuang-buang waktu dan tenaga, serta memecah belah tumpuan.

Karena itu, para ulama’ telah memberi nasihat supaya melazimi dengan sebuah kitab pada permulaan dalam jalan menuntut ilmu, kemudian kemudian setelah mendalaminya, maka boleh saja mereka berpindah kepada kitab yang lain, bahkan perpindahan ini, yaitu pembacaan lebih dari satu kitab dalam displin ilmu yang sama, merupakan satu kewajipan yang paling lazim bagi siapa yang ingin mendalam dalam satu ilmu, dan sampai kepada puncak dalam semua ilmu. Tiadalah taufiq itu melainkan hanya di sisi Allah.

Sumber: WA Halaqah/Tgk. Mursyidi A. Rahman Kabag LBM MUDI
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site