google-site-verification: google8ec57a9dfd80d368.html Dua Nasihat Imam Syafi’i yang Harus Selalu di Ingat - KHABAR POPULER

Dua Nasihat Imam Syafi’i yang Harus Selalu di Ingat



Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i al-Muththalibi al-Qurasyi atau singkatnya Imam Asy-Syafi'i (Ashkelon, Gaza, Palestina, 150 H/767 M - Fusthat, Mesir, 204 H/819 M) adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.

Saat usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana.

Diantara banyak nasihat yang sangat menyentuh nurani, disini kita hanya menyampaikan dua Nasihat beliau yang perlu untuk di ingat selalu :

1. Menghadapi orang bodoh
يخاطبني السفيه بكل قبحٍ فأكره أن أكون له مجيبا*** يزيد سفاهةً فأزيد حلماً كعودٍ زاده الإحراق طيبا

Orang bodoh mengejekku dengan segala rupa keburukan namun aku tidak suka untuk menjawabnya

Biarlah kebodohannya terus bertambah sedang aku terus menambah kesopananku, bagai kayu gaharu yang bertambah wangi ketika dibakar

2. Tentang rahasia

إذا المرء أفشى سره بلسانه*** ولام به غيره فهو أحمق
إذا ضاق صدر المرء عن سرّ نفسه*** فصدر الّذي يستودع السّرّ أضيق

Jika seorang membuka rahasianya dengan lidahnya sendiri kemudian orang lain mencelanya karena itu, maka sungguh ia adalah orang bodoh

Jika dadanya sempit untuk menanggung rahasia dirinya, ketahulah bahwa dada orang yang lain yang menyimpan rahasianya adalah lebih sempit
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.