Promo
Tahunan
×
Home » , » Antara Seni, Maksiat dan Budaya Ke-Acehan

Antara Seni, Maksiat dan Budaya Ke-Acehan

Written By Redaksi on Monday, 22 February 2016 | 04:41:00



Oleh: Ihsan Jenif

Dalam beberapa hari terakhir, para pengguna media sosial di Aceh ramai membicarakan isu seputar pergelaran konser salah satu penyanyi muda Aceh di beberapa tempat. Pasalnya, pergelaran konser tersebut memicu terjadinya campur baur antara laki-laki dan perempuan dikalangan penonton. Hal ini tentu saja membuah masyarakat pecinta syariat Islam gerah.

Terlepas dari isu seputar konser tersebut,seni dan maksiat pada prinsipnya adalah dua hal berbeda yang tidak selamanya saling keterkaitan satu sama lainnya. Seni tidak identik dengan maksiat dan maksiat juga tidak identik dengan seni. Sebab nilai-nilai seni bisa diekspresikan dalam bentuk yang indah tanpa mengandung unsur maksiat. Namun yang disayangkan, dalam prakteknya, ekspresi dan pergelaran seni yang tidak tertata dengan baik kerap memunculkan kemaksiatan.

Ada beberapa fakta mencolok dalam dunia seni Aceh dewasa ini yang mencoreng keindahan seni itu sendiri dan membuat kesan seakan-akan ekspresi seni semakin jauh dari nilai-nilai syariat Islam dan peradaban ke-Acehan. Misalnya film-film Aceh atau video klip lagu-lagu Aceh yang memunculkan interaksi mencolok antara pemeran laki-laki dan perempuan, menampilkan pemeran perempuan dengan pakaian yang tidak Islami, bahkan ada mulai ada pemeran perempuan yang berani membuka jelbab. Hal-hal seperti ini tentu membuat kita prihatin. Sebab selain tidak mencerminkan Aceh sebagai daerah syariat Islam, juga menjadi contoh yang tidak baik untuk generasi Aceh.

Maka dalam hal ini harus ada langkah nyata dari para pegiat seni Aceh untuk bagaimana membuat semacam garis-garis yang jelas bagaimana selayaknya nilai seni diekspresikan. Dan jajaran pemerintah juga harus bekerja keras untuk bagaimana memberikan bimbingan manakala terjadinya prakter menyimpang dalam dunia seni kita. Hal ini penting untuk mengawal dunia seni Aceh tetap berada pada jalur yang benar, sesuai dengan peradaban dan kebudayaan Aceh serta tidak melenceng dari nilai-nilai Islam. (coretansantri.com)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site