Promo
Tahunan
×
Home » , » WASPADA...!!! Gafatar Halalkan Injak Al-Qur'an

WASPADA...!!! Gafatar Halalkan Injak Al-Qur'an

Written By Redaksi on Wednesday, 20 January 2016 | 16:34:00


KHABARPOPULER.COM | BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menggelar pertemuan dengan anggota Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan (Bakorpakem) di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (19/1/2016).

Salah satu bahasan utama dalam pertemuan itu adalah seputar Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipandang sebagai persoalan serius. Hasil pertemuan tersebut mengungkap ajaran yang diyakini para pengikut Gafatar, sebagaimana keterangan yang didapat dari mantan pengikut Gafatar asal Kuningan.

"Jadi ada beberapa poin ajaran dari keterangan mantan pengikut Gafatar ini," ujar Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, saat ditemui di Kantor MUI Jawa Barat, Kota Bandung.

Setidaknya tercatat ada enam ajaran yang berlaku di kalangan pengikut Gafatar. "Tapi ini baru pengakuan dan masih harus diselidiki (kebenarannya) lebih lanjut," ucapnya.

Secepatnya MUI Jawa Barat dan berbagai pihak akan berupaya mencari informasi tentang Gafatar. Sebab ajaran yang diberikan pada anggotanya termasuk dalam penistaan agama.

Lalu apa saja ajaran Gafatar yang dinilai menyimpang tersebut? Pertama, Alquran tidak masalah diinjak. "Menginjak Alquran itu katanya tidak berdosa karena itu hanya sampul saja. Yang penting itu makna di dalam Alquran tersebut," kata Rafani.

Kedua, salat lima waktu tidak berlaku bagi pengikut Gafatar. "Yang berlaku hanya salat malam seperti Salat Tahajud dan Witir. Kalau salat di luar itu dianggap hanya seperti olahraga saja," katanya.

Ketiga, salat dimaknai sebagai sebuah perkumpulan. Itu karena salat berasal dari kata ashalu yang artinya berkumpul. Sehingga ketika ada perkumpulan atau pengajian, itu dianggap sebagai salat.

"Mereka juga tidak mengenal Salat Jumat," ujarnya.

Keempat, Gafatar menyakini Tuhannya adalah Abraham serta tidak mengakui adanya sembilan wali. Mereka hanya mengakui satu wali saja yaitu Syekh Siti Jenar sebagai panutan.

Kelima, Gafatar mencampurkan ayat-ayat Alquran, Injil, dan Taurat. "Jadi ini digabung-gabung antara Islam, Nasrani, dan Yahudi," kata Rafani.

Terakhir, penganut Gafatar menganggap mereka yang tidak sejalan atau berbeda kepercayaan adalah musyrik. "Bahkan orangtua atau keluarga yang tidak seakidah dengan mereka juga dianggap musyrik," tandasnya.

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site