Promo
Tahunan
×
Home » , , » Suri Tauladan: Habib Umar Keluar Ruangan Mengajar Karena Muridnya Tidak Membawa Siwak

Suri Tauladan: Habib Umar Keluar Ruangan Mengajar Karena Muridnya Tidak Membawa Siwak

Written By Redaksi on Friday, 1 January 2016 | 22:00:00

Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafidz Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz

Beliau terlahir , pada hari Senin, 27 Mei 1963 M bertepatan 4 Muharram 1383 H di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Syaikh Abu Bakr bin Salim.

Konsep yang ditamnamkannya di Ribath Darul Musthafa, sangat menanamkan sikap mengamalkan ilmu yang telah dipelajari, tidak hanya sebatas menguasai ilmu.

Pernah suatu ketika diceritakan oleh murinya bernama Habib Haris, asal Aceh. Beliau salah satu korban Tsunami yang dijemput langsung oleh  Habib Umar dan membawanya ke Yaman.

BACA JUGA: CUCU RASULULLAH : BERIKUT SILSILAH KETURUNAN HABIB UMAR

Beliau menceritakan bahwa para murid Habib Umar saat itu sedang belajar padanya masalah sunnah bersiwak, seketika itu pula menyuruh muridnya menunjukkan siwak mereka masing-masing. kebetulan saja banyak diantara murid yang tidak menyertakan siwak bersamanya. seketika itu Habib Umar keluar dan meninggalkan ruang belajar. dan ini berulang sampai duakali. Baru kali ketiga muridnya sudah menyerkaan siwak semua. Pada pertemuan itulah beliau mengatakan Ilmu bukan untuk kita ketahui saja, namun untuk beramal. untuk apa kita belajar jika bukan untuk megamalkannya.

Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, Al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr. (*)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site