google-site-verification: google8ec57a9dfd80d368.html Satu Hadits Nabi Terbukti Lagi, Hujan Salju di Tanah Suci - KHABAR POPULER

Satu Hadits Nabi Terbukti Lagi, Hujan Salju di Tanah Suci

Hujan salju di jazirah Arab, menjadi perbincangan heboh di media sosial. Hujan salju yang terjadi di antara Kota Mekah dan Madinah itu disebut-sebut sebagai tanda-tanda hari kiamat sudah dekat.

 
KHABARPOPULER.COM - Hujan salju tersebut dikaitkan dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan HR Muslim. Dalam hadits itu disebutkan bahwa hari kiamat akan datang setelah Arab kembali menjadi subur.

“Hari akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim).“

Imam Masjidil Haram, Syaikh Syuraim mengatakan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan.

Hujan salju di Jazirah Arab, kata dia, membuktikan kebenaran hadits Rasulullah SAW bahwa negeri Arab akan kembali menjadi padang yang hijau.

Dikatakan Syaikh Syuraim, baru-baru salju juga turun di daerah Tabuk. Hal itu sama dengan sabda Rasulullah SAW kepada Muadz saat perang Tabuk.

“Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun,” ujar Syaikh Syuraim dalam khutbahnya mengutip hadits Nabi Muhammad SAW.

Hadits Nabi Muhammad SAW tersebut sesuai dengan analisa profesor geologi terkemuka dunia dari Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Profesor Alfred Kroner. Menurut dia, era salju baru telah dimulai di jazirah Arab.

Saat Tabuk diterjang badai salju tahun Desember 2013 lalu itu, Profesor Alfred Kroner menyebutkan salju di Kutub Utara sedang bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab.

Selanjutnya, iklim dataran Arab bakal berubah menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

Situs Arab News memuat hasil analisis para pakar setempat dan asing, perihal hujan salju dan anomali cuaca di semenajung Arab.

Sebelumnya, Hussain Al-Qahtani, juru bicara lembaga perlindungan cuaca dan Lingkungan Kerajaan Arab Saudi di Jeddah, sudah mengingatkan nelayan, pengendara, dan warga di Teluk Arab untuk berhati-hati, dengan angin kencang dan cuaca super dingin.

Menurutnya, cuaca ekstreem di Arab ini efek perubahan iklim global yang terjadi di Eropa dan Amerika. Al Qantani menyebutkan, Tabuk, provinsi paling utara Arab, Turaif dan Al-Jouf, adalah wilayah yang akan rutin dilanda badai salju.(pojoksatu)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.