Promo
Tahunan
×
Home » , , » Sanggahan Atas Fitnah Muktamar NU Pertama Mengharamkan Tahlilan dan Yasinan

Sanggahan Atas Fitnah Muktamar NU Pertama Mengharamkan Tahlilan dan Yasinan

Written By Redaksi on Wednesday, 20 January 2016 | 17:47:00


KHABARPOPULER.COM - Keputusan hasil Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) I di Surabaya pada 13 Rabi’uts Tsani 1345 H/ 12 Oktober 1926 M sering dijadikan senjata oleh sebagian pihak terhadap Nahdliyin untuk melarang Tahlilan. Dikatakan bahwa NU pada masa awal didirikannya dan pada masa kepemimpinan KH. Hasyim Asy’ari memutuskan bahwa tahlilan itu bid’ah yang dilarang dalam Islam. Hal ini didasarkan atas keputusan Muktamar NU I yang juga termuat dalam kitab I’anat ath-Thalibin.

Padahal kalau mereka mau menelusuri dengan seksama hasil keputusan Muktamar NU I maupun mendalami lebih jauh apa yang tertulis dalam kitab I’anat ath-Thalibin yang menjadi dasar keputusan itu maka akan didapatkan jawaban yang berseberangan atas tuduhan golongan sepihak itu.
Tanpa mau mempelajari lebih detail tentang hasil keputusan Muktamar NU I ini, dengan serta merta dan membabi buta, golongan sepihak yang anti-Tahlil membuat kesimpulan sendiri.

‎Muktamar‬ NU I di Surabaya tanggal 13 Rabiuts Tsani 1345 H/21 Oktober 1926

Kutipan:
Keputusan Masalah Diniyyah No: 18 / 13 Rabi’uts Tsani 1345 H /21 Oktober 1926 di Surabaya mengatakan bahwa Tahlilan adalah Bid’ah Mungkarah merujuk kepada kitab I’anat ath-Thalibin juz 2 halaman 165-166.

Jawaban Bantahan:
Perlu diluruskan di sini bahwa dalam Muktamar NU I Keputusan Masalah Diniyyah No: 18 / 13 Rabi’uts Tsani 1345 H /21 Oktober 1926 di Surabaya tidak ada yang membahas soal Tahlilan. Yang dibahas dalam Muktamar itu ada ada 27 soal. Salah satu soalnya, yakni soal ke-18, yang dibahas adalah masalah “Keluarga Mayyit Menyediakan Makanan Kepada Penta’ziyah”. Di dalamnya dijelaskan antara lain bahwa: “Bid’ah dhalalah jika prosesi penghormatan kepada mayyit di rumah ahli warisnya itu bertujuan untuk “meratapi” atau “memuji secara berlebihan.” Antara “Tahlilan” dengan “Meratapi” jelas sangat jauh berbeda pengertiannya.

[santri.net]

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site