Promo
Tahunan
×
Home » , » [PR Negara] Densus Seperti Eksekutor Sebabkan Teroris Kian Ganas

[PR Negara] Densus Seperti Eksekutor Sebabkan Teroris Kian Ganas

Written By Redaksi on Tuesday, 19 January 2016 | 02:48:00

IPW: Densus Seperti Eksekutor Sebabkan Teroris Kian Ganas
KHABARPOPULER.COM - JAKARTA - Aksi teror yang terus merebak dan makin banyaknya jumlah pengikut kelompok teroris sebagai dampak dari buruknya pola penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri selama ini.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) mengungkapkan dalam melakukan penangkapan Densus 88 cenderung bergaya algojo mengeksekusi mati tersangka di lapangan.

"Padahal tugas Polri adalah melumpuhkan dan membawa tersangka ke dalam proses hukum dan bukan mengeksekusi matinya di lapangan," kata Neta kepada media, Selasa (19/1/2016).
Dikatakan Neta, cara-cara yang dilakukan Densus 88 menyiksa dan mengeksekusi mati tersangka dalam penangkapan telah melahirkan dendam kesumat yang luar biasa, terutama terhadap Polri.
"Di luar dugaan, pola penangkapan ini telah melahirkan sikap simpati untuk ikut 'berjihad' melakukan balas dendam, baik dari para keluarga

tersangka maupun kelompok-kelompok radikal lainnya," ucapnya.
Lanjut dia, tak heran arus keberangkatan para simpatisan kelompok radikal ke Suriah kian banyak dan diam-diam mereka kembali ke Indonesia setelah bergabung dengan ISIS.
Kasus Bahrun Naim misalnya, semula dia bukan teroris.

Naim hanya teknisi komputer yang suka mengkritisi sikap Densus di media-media online Islam.
Tahun 2010 Naim tiba-tiba ditangkap di jalanan dan disiksa.

Naim dituduh menyimpan senjata dan peluru.
Saat itu juga di facebooknya muncul sikap simpati anak-anak muda pada nasib Naim.
Mereka mencaci maki Densus dan Bahrun Naim divonis 2,5 tahun.

Lepas dari penjara Naim ke Suriah kemudian bergabung dengan ISIS.
Begitu juga dengan anak Imam Samudra yang masih remaja ke Suriah.
Akibatnya muncul generasi teroris yang turun temurun yang akan menyulitkan bagi bangsa ini untuk mengatasinya.

"Proses deradikalisasi gagal yang terjadi dendam kesumat kian marak dan menjadi kayu bakar terorisme," ungkapnya.
Fenomena ini perlu dicermati semua pihak.
Sebenarnya program deradikalisasi harus sejalan bersinergi dengan
program penindakan yang profesional.

Celakanya, masing-masing pihak di jajaran aparat keamanan cenderung mempertinggi egosektoralnya.

"Akibatnya pelaksanaan tugas di lapangan saling merugikan satu sama
lain," kata dia.
Ke depan, bangsa ini perlu pemimpin Densus yang berwawasan luas dan bisa mengendalikan anak buahnya di lapangan agar bertindak profesional.

Selain itu kendali BNPT yang mengakar ke seluruh unsur yang berhubungan dengan penanggulangan teror perlu ditingkatkan.
"Sehingga bangsa ini tidak hanya kebakaran jenggot saat aksi teror bom
meledak," ujarnya. [tribun]

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site