Promo
Tahunan
×
Home » , » Pemerintah Resmi Tarik Peredaran Buku Radikal Salafi

Pemerintah Resmi Tarik Peredaran Buku Radikal Salafi

Written By Redaksi on Saturday, 23 January 2016 | 04:18:00

Buku Anak Islam Suka Membaca, Nurani Musta'in, Pustaka Amanah Solo
 Buku Anak Islam Suka Membaca karangan Nurani Musta’in terbitan Pustaka Amanah Solo
KHABARPOPULER.COM - Kota Depok dihebohkan dengan adanya penemuan buku pelajaran Taman Kanak-kanak (TK) / Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memuat unsur kekerasan dan radikalisme. Buku berjudul “Anak Islam Suka Membaca” ini kemudian dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kota Depok

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal, Disdik Depok, Dadang Supriatna mengatakan buku TK terbitan Pusaka Amanah Solo itu akan ditarik peredarannya di sekolah-sekolah dan tidak akan ada lagi di Depok. Dadang menyebutkan buku itu sebenarnya sudah mulai ditarik sejak November 2015, dari TK Semai Benih Bangsa Baiturahman kawasan Cilodong.

Buku berisi lima jilid itu dimaksudkan hanya dipergunakan untuk TK tertentu. Namun, TK yang menggunakan buku tersebut juga belum berizin. “Dari isinya, anak TK tidak pantas untuk membacanya,” ujarnya, Kamis (21/1/2016) siang.

Setelah mendapat laporan, orang tua siswa langsung menginvestigasi keberadaan buku tersebut pada November 2015. Investigas dilakukan sepekan setelah mendapat laporan buku itu ditemukan hingga akhirnya pun terbongkar. Pemilik TK yang mengajarkan buku tersebut kemudian minta maaf dan berjanji tidak akan menyebarkannya lagi.

“Pemilik TK yang mengajarkan buku tersebut sudah minta maaf, bahkan kepada 35 orang tua siswa dan warga Depok, berjanji tidak akan menyebarkan lagi,”tutupnya.

Semestinya buku Anak Islam Suka Membaca sudah tidak beredar lagi, tapi faktanya masih saja disebarkan dan diajarkan di sekolah TK/ PAUD. Hal ini terungkap setelah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menemukan buku tersebut masih beredar di Depok. Wakil Ketua Umum GP Ansor Benny Rhamdani mengatakan, penemuan tersebut berdasarkan adanya laporan orangtua salah satu murid TK yang ada di Depok pada Selasa (19/1/2016) kemarin.

Kalimat MANHAJ DAKWAH SALAFIYAH (manhaj wahabi) dalam Buku AISM (Anak Islam Suka Membaca)
Kalimat MANHAJ DAKWAH SALAFIYAH (manhaj wahabi)
dalam Buku AISM (Anak Islam Suka Membaca)
“Kami menemukan fakta di lapangan bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang senantiasa menggunakan media sekolah untuk menyebarkan benih radikalisme di tengah masyarakat kita, salah satunya lewat buku ini. Ini patut diduga upaya mencuci otak kepada anak-anak terkait paham radikalisme,” kata Benny Rhamdani dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (20/1/2016). GP Ansor menggelar jumpa pers di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

Sementara itu, Sekjen GP Ansor Adung Abdurrochman mengungkapkan, penulis buku merupakan kerabat dari pimpinan kelompok radikal di Solo. Menurut dia, kelompok itu diduga menyebarkan paham radikalisme yang ideologinya berasal dari paham penganut Salafi Wahabi.

“Penulis juga memasukkan aspek ideologinya seperti di halaman 18 buku jilid 4 disebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi. Nampak di dalam kalimat yang dipilih adalah mengorbankan jihad dalam tanda kutip radikalisme,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap seluruh wilayah di Tanah Air mewaspadai peredaran buku ini khususnya di kalangan anak-anak yang sedang memasuki pendidikan usia dini (PAUD). Buku itu tidak hanya bisa ditemukan peredarannya di toko buku, tetapi juga dapat dibeli melalui internet.

Pemerintah Akan Tarik Buku Anak Islam Suka Membaca Karangan Nurani Musta’in

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengirim surat larangan beredarnya bahan ajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengandung unsur kekerasan, dikirimkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia.

“Anak usia dini merupakan masa yang tepat untuk pembentukan karakter dan budi pekerti. Oleh karena itu semua informasi yang diterima secara tayangan maupun tulisan seharusnya bebas dari unsur kekerasan, paham kebencian, SARA, dan pornografi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar dalam Surat Edaran yang diterima, Jumat (22/1/2016).

Salah satu buku yang dilarang sebagai bahan ajar seperti yang dilaporkan masyarakat, yaitu Buku Anak Islam Suka Membaca, karangan Nurani Musta’in, S/Psi, terbitan Pustaka Amanah, Solo Jawa Tengah, cetakan 2013, yang terdapat kata dan kalimat yang digunakan dalam buku tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak tentang unsur kekerasan.

Harris menjelaskan, isi buku tersebut yang mengandung unsur kekerasan, seperti pada jilid 2 halaman 28 terdapat unsur caci maki. Kemudian pada jilid 3 halaman 5 terdapat kata “di sini ada belati”; halaman 9 terdapat kata “gegana ada dimana”; halaman 18 terdapat kata “rela mati bela agama”; halaman 27 terdapat kalimat “bila agama kita dihina kita tiada rela, lelaki bela agama, wanita bela agama, kita semua bela agama, kita selalu sedia jaga agama kita demi Ilahi semata”; halaman 30 terdapat kata “bahaya sabotase”; halaman 45 kalimat “topi baja kena peluru”; halaman 50 kalimat “bazooka dibawa lari”.

Selanjutnya pada jilid 4, halaman 5 terdapat kata “jihad”; halaman 12 terdapat kata “bom”; halaman 15 terdapat kata kafir; halaman 20 terdapat kalimat “berjihad di jalan dakwah”; dan pada halaman 26 terdapat kalimat “hati-hati man haj batil”.

“Buku-buku tersebut belum memenuhi kriteria kelayakan bahan pra-keaksaraan untuk anak usia dini, sehingga tidak diperkenankan untuk digunakan sebagai bahan ajar di satuan pendidikan,” jelas Harris.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kabalitbang Kemdikbud) Totok Suprayitno mengatakan, Kemdikbud telah menulis surat kepada Kejaksaan Agung, meminta meminta menarik buku dari peredaran karena buku tersebut bukan buku terbitan Kemdikbud sehingga harus melalui prosedur untuk melakukan penarikan.

Dia menjelaskan, buku tersebut adalah buku yang beredar bebas di pasar, sehingga Kemdikbud meminta kejaksaan agung untuk menarik buku dari peredaran.

elhooda.net
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site