Promo
Tahunan
×
Home » » Nikah Yuk! Buat Pria, Ini Bisa Menambah Kesehatan Mentalnya

Nikah Yuk! Buat Pria, Ini Bisa Menambah Kesehatan Mentalnya

Written By Redaksi on Saturday, 2 January 2016 | 23:55:00


Dibandingkan wanita, pria mungkin sulit untuk mengakhiri masa lajangnya dan berkomitmen setia pada satu pasangan. Padahal sebuah penelitian mengungkap menikah justru menyehatkan mental mereka.

Dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan dalam kurun 10 tahun dan melibatkan 8.700 partisipan, peneliti dari Ohio State University menemukan pria mengalami penurunan tekanan emosional ketika mereka memutuskan untuk menikahi kekasihnya.

Sebagai pembanding, peneliti juga menelaah kebiasaan masyarakat Barat yang tinggal bersama kekasihnya sebelum menikah (cohabiting). Di sini terlihat perbedaan mencolok ketika pria mengalami penurunan tekanan emosional yang lebih besar saat langsung memutuskan menikahi kekasihnya selepas pacaran ketimbang tinggal bersama kekasihnya terlebih dahulu sebelum akhirnya mengikat janji.

Sedangkan pada wanita, terjadi penurunan tekanan emosional yang sama besarnya bila mereka diajak menikah ataupun sekadar tinggal bersama sang kekasih.

Peneliti menjelaskan, ini karena kebanyakan pria melihat kebiasaan tinggal bersama (cohabiting) sebagai sebuah ujian dalam menjalani suatu hubungan. Dan entah kebetulan atau tidak, kebiasaan ini memicu munculnya masalah dalam hubungan.

"Seperti pola komunikasi yang buruk, agresi fisik yang lebih besar dan penurunan komitmen pada hubungan," ungkap salah satu peneliti, Sara Mernitz seperti dikutip dari news.osu.edu, Minggu (3/1/2016).

Di sisi lain, pria yang langsung menikah setelah berpacaran selama beberapa waktu cenderung melihat pernikahan bukan sebagai semacam tes dalam menjalin hubungan. Sehingga mereka lebih bisa menikmati ikatan tersebut dan sebaliknya menginvestasikan lebih banyak hal ke dalam pernikahan.

Studi yang sama juga menemukan wanita yang memiliki anak (atau pasangannya) memperlihatkan penurunan tekanan emosional yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki keturunan.

"Kami hanya melihat ada tidaknya penurunan tekanan emosional saja. Tidak mempertimbangkan faktor lain yang mungkin memicu stres ketika membesarkan anak," tandas peneliti lain Claire Kamp Dush. (Detikcom)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site