Promo
Tahunan
×
Home » , » Negara Wahabi yang Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran Bertambah

Negara Wahabi yang Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran Bertambah

Written By Redaksi on Monday, 4 January 2016 | 12:45:00

KHABARPOPULER.COM - Arab Saudi mengajak negara-negara Waahabi untuk bersekutu dengannya dalam pertikaian diplomatik yang berkembang dengan Iran pada hari Senin (4/1/2016). Hal ini memperdalam perpecahan sektarian di negara Timur Tengah setelah eksekusi seorang ulama Syiah.

Bahrain dan Sudan sudah memutuskan hubungan dengan Iran, mengikuti keputusan Arab Saudi sebelumnya. Dilansir Reuters (5/1/2016), Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan akan memutus lalu lintas udara dan hubungan komersial dengan saingannya tersebut.

Adel menyalahkan "kebijakan agresif" Iran untuk tindakan diplomatik, menyinggung tahun-tahun penuh ketegangan yang tumpah pada Sabtu malam ketika para demonstran Iran menyerbu kedutaan Saudi di Teheran.

Sebagian anggota Uni Emirat Arab menurunkan tingkat hubungan kerjasama dengan Arab Saudi, namun beberapa negara lainnya di Teluk Arab seperti Kuwait, Qatar, dan Oman tidak ikut serta. Ratusan ribu warga Iran tinggal di Uni Emirat Arab.

Ketegangan antara Saudi dengan Iran berbuntut panjang. Selain kasus kekerasan yang terjadi di kedua negara tersebut, pertikaian ini juga mempengaruhi perdagangan minyak dunia.

Di negara tetangga Lebanon, media setempat mengatakan pertengkaran itu menyurutkan harapan untuk mengisi kekosongan kursi presiden. Akhir bulan lalu, harapan itu meningkat setelah Iran dan Arab Saudi menyuarakan dukungan untuk kesepakatan pembagian kekuasaan bagi keduanya.

Meskipun demikian, analis mengatakan bahwa kekhawatiran pecahnya sektarian di Timur Tengah prematur dan putusnya hubungan merupakan gejala dari kondisi yang sudah ada dan bukan hal baru.

"Fakta bahwa UEA tidak mau memutuskan hubungan dengan Iran sepenuhnya, terlepas dari kedekatan hubungannya dengan Arab Saudi, menunjukkan kesulitan Saudi untuk mengisolasi Iran," kata Julien Barnes-Dacey, partner kebijakan senior di Dewan Eropa Hubungan Luar Negeri.

"Penurunan tingkat hubungan bukan pertanyaan mendasar untuk menanggapi eksekusi dan penyerbuan kedutaan ... (melainkan) fungsi dari konflik yang lebih dalam antara dua negara," imbuhnya.

Ulama Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr dieksekusi mati di Arab Saudi bersama 46 orang lainnya pada Sabtu, 26 Desember 2015 lalu. Dalam statemennya seperti diberitakan kantor berita resmi Saudi, SPA dan dilansir AFP, Sabtu (2/1/2016), Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan, 47 orang yang dieksekusi mati tersebut  terbukti mengadopsi ideologi radikal "takfiri", bergabung dengan organisasi-organisasi teroris dan melakukan berbagai plot kejahatan.

Eksekusi mati tersebut menuai kecaman berbagai pihak, khususnya negara-negara mayoritas Syiah di Timur Tengah. Bahkan massa Iran yang marah atas eksekusi tersebut, menyerang Kedutaan Besar Saudi di Teheran, hingga mendorong pemerintah Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran.
(imk/imk)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site