Kiyai dan Habaib: Peran NU Sebagai Wadah Aswaja

Ketua PBNU, Kiai SAid Aqil Sirajd menyampaikan penjelasan terkait berbagai klarifikasi para Kiai dan Habaib
KHABARPOPULER.COM - Terselenggaranya seminar “Solusi Dinamika Islam Kekinian di Indonesia dan Dunia” Ahad lalu (24/1) di Pondok Pesantren Sidogiri, menunjukkan perhatian para kiai dan habaib terhadap Nahdlatul Ulama sebagai wadah Ahlusunah wal Jamaah (Aswaja) masih terpatri.

Jauh dari kesan menghakimi atau mengadili, harapan terbesar dari pertemuan tersebut agar tidak ada lagi pernyataan-pernyataan kontroversial dari Ketua PBNU, Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, M.A yang membingungkan umat, sehingga memantik saling sikut dan caci maki antar kubu yang pro dan kontra. Nahasnya, ulama dan habaib disibukkan dengan pernyataan kontroversial itu lantas alot mengurusi kemaslahatan umat dan kiprah NU di tengah masayarakat.

“Acara ini jauh dari kesan menjatuhkan atau menghakimi seperti yang berseliweran di media sosial. Tujuan acara ini murni menasihati mumpung ada kiai-kiai sepuh, mumpung mereka mau memberi nasehat,” ujar Habib Taufiq saat ditemui pasca seminar.

Jauh hari sebelum terselenggaranya seminar, Habib Taufiq Assegaf sudah mengingatkan bahwa pertemuan ini rawan dimanfaatkan oleh kelompok yang pro Kiai Said Aqil maupun yang kontra. “Kita tidak mendukung kedua-duanya. Kita hanya ingin mengembalikan jati diri NU seperti garis yang ditetapkan oleh KH Hasyim Asy’ari.”

Biasanya, jika Kiai Said dipertemukan dengan kelompok yang kontra, kesannya mengadili atau menghakimi, tetapi dalam forum ini endingnya adalah nasehat dan klarifikasi. “Forum ini bukan untuk menebar kebencian dan caci maki, tetapi memperbaiki keadaan,” tegas Habib Taufiq.
Salah seorang peserta seminar mengungkit terpilihnya Kiai Said dalam Muktamar ke-33 di Jombang. “Terpilihnya Kiai Said Aqil adalah kenyataan yang harus diterima dan tidak boleh ada upaya untuk menjatuhkan. Tetapi sebagai Muslim kita wajib mengingatkan jika beliau keliru dan salah,” potong Habib yang juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan ini.

Bahkan penggagas majalah Cahaya Nabawi ini, setelah rampung menerjemahkan pidato dari Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali al-Masyhur berpesan kepada para kiai sepuh dan kiai muda yang hadir untuk selalu merangkul dan introspeksi. “Mumpung kiai sepuh masih ada, ayo… Antum kiai-kiai muda untuk selalu mentashihkan ilmunya kepada para sesepuh. Mari kita pahami Fiqhud-Da’wahnya jangan sampai menyebarkan fitnah,” pungkasnya penuh harapan besar kepada para kiai sepuh dan kiai muda.[]

Penulis : Ilham Akbar
Editor   : Muh Kurdi Arifin
Komentar
sidogiri.net
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment