Promo
Tahunan
×
Home » , » Kematian Mirna Diduga Berlatar Belakang Asmara

Kematian Mirna Diduga Berlatar Belakang Asmara

Written By Redaksi on Tuesday, 19 January 2016 | 01:34:00

Kematian Mirna Diduga Berlatar Belakang Asmara
KHABARPOPULER.COM - JAKARTA - Misteri pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) yang tewas usai minum es kopi vietnam di Kafe Olivier di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pelan-pelan mulai terungkap.

Sumber Warta Kota menduga, kematian Mirna melibatkan pelaku yang memiliki hubungan khusus dengan korban.

Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan wartawan, kematian Mirna karena didasari rasa cemburu pelaku terhadap korban yang menikah dengan orang lain.
Sumber itu menyebutkan, indikasi korban dibunuh pelaku yang cemburu disebutkan bahwa sebelum menemui ajalnya, Mirna sering mendapat teror melalui pesan singkat (SMS) maupun telepon.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, untuk menentukan tersangka, pihaknya masih membutuhkan waktu satu atau dua hari ke depan.

Hingga kemarin, kata Krishna, belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.


"Besok (hari ini --Red) Jessica alias Sisca akan diperiksa penyidik lagi sebagai saksi," ucap Krishna di kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/1/2016).
Bukti yang sudah diperoleh penyidik saat ini adalah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Es kopi yang diminum Mirna mengandung zat sianida sebanyak 15 gram atau sekitar satu sendok teh.
Padahal, asumsinya sianida 900 mg atau sekitar 3 sampai 4 tetes saja bisa menewaskan orang dengan bobot 60 kg lebih.

Seperti diberitakan, saat itu Mirna sedang bercengkerama dengan dua sahabatnya, Hani dan Jessica alias Siska di Kafe Olivier. Di antara mereka bertiga, Mirna yang datang belakangan. Jessica tiba lebih dulu sekitar pukul 16.00 dan langsung memesan minuman untuk dirinya, Mirna, dan Hani.


Mirna dipesankan es kopi vietnam, sedangkan Jessica dan Hani cocktail dan fashioned fazerac.
Saat ini, penyidikan mengarah kepada pelaku yang memberi racun.
Penelusuran asal mula racun di es kopi vietnam yang diseruput Mirna dilakukan dengan menyisir para penjual zat-zat sianida.

Ancaman pasal yang disangkakan penyidik kepada pemberi racun Mirna tidak main-main.
Polisi menyiapkan pasal dengan ancaman hukuman maksimal, yaitu pasal pembunuhan berencana dengan ancaman seumur hidup.

Penyidikan Sekarang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah meningkatkan status perkara ini ke tingkat penyidikan.


Menurut Krishna, pihaknya telah mengantongi nama yang diduga kuat sebagai tersangka.
Penetapan tersangka melalui mekanisme gelar perkara. "Arahnya ada, kami belum bisa sampaikan namanya sekarang," katanya.

Menurut Krishna, peningkatan status penyidikan dilakukan usai gelar perkara bersama Pusat Labfor Polri di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/1/2016).

"Hari ini (kemarin,-red) kami melakukan gelar perkara dan kasus ini mengalami kemajuan. Kami meningkatkan statusnya ke tingkat penyidikan," ujar Krishna.

Dengan meningkatnya status ke penyidikan, ujar Krishna, pihaknya melakukan langkah-langkah untuk menetapkan tersangka.

Dari hasil analisa Pusat Labfor Polri, Sespuslabfor Polri Kombes Hudi Suryanto mengatakan, sedikitnya ada enam barang bukti yang dianalisa pihaknya terkait kasus es kopi yang diminum Mirna.
Dua diantaranya adalah sampel es kopi di gelas yang diminum Mirna, serta sampel kopi milik Kafe Olivier dari botol yang dituangkan ke es kopi Mirna.


Hudi mengatakan, hasilnya kedua sampel itu berbeda terkait kandungan sianida.
"Kopi yang berasal dari sampel es kopi yang diminum Mirna hasilnya positif mengandung sianida. Sedangkan sampel kopi dari botol yang dituangkan ke es kopi Mirna hasilnya negatif alias tanpa sianida," kata Hudi kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Sementara itu, untuk hasil analisa lambung jenazah Mirna, Puslabfor Polri juga menemukan kandungan sianida.

Berdasarkan hasil-hasil inilah polisi meningkatkan status kasus Es Kopi beracun ini ke tingkat penyidikan. [tribun]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site