Promo
Tahunan
×
Home » » Juru Masak Din Minimi Dituntut 14 Tahun

Juru Masak Din Minimi Dituntut 14 Tahun

Written By Redaksi on Wednesday, 13 January 2016 | 07:25:00

Juru Masak Din Minimi Dituntut 14 TahunKHABARPOPULER.COM - Setelah pemasok senjata api untuk Din Minimi divonis 20 tahun delapan bulan penjara, giliran dua orang juru masaknya dituntut 14 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon.

Kedua juru masak yang membantu Nurdin Ismail alias Din Minimi dituntut 14 tahun penjara atau masing-masing tujuh tahun penjara dalam sidang lanjutan kepemilikan senjata api (senpi) di PN Lhoksukon. Keduanya adalah Muhammad Nasir (26) alias Si Ded (26), warga Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara dituntut tujuh tahun penjara pada Senin (11/1) sore. Sedangkan Zulkarnaini (24) alias Glok warga Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara dituntut tujuh tahun penjara pada sidang sebelumnya, 4 Januari 2016.

Materi tuntutan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erning Kosasih SH terhadap Si Det, dalam sidang yang dipimpin Abdul Wahab MH didampingi dua hakim anggota, T Almadyan SH dan Bob Rosman SH. Terdakwa didampingi pengacaranya, Abdul Aziz SH.
Si Det ditangkap polisi saat kontak tembak di kawasan Sigli pada 22 Mei 2015. Sedangkan Glok menyerahkan diri ke Polres Lhokseumawe pada 28 Mei 2015.

Materi tuntutan yang dibacakan JPU pada intinya menyebutkan keterlibatan Muhammad Nasir dalam kelompok Din Minimi. Selain membantu sebagai juru masak, terdakwa juga terlibat kepemilikan senjata api. Karena itu menurut jaksa, terdakwa melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senpi, bahan peledak, dan senjata tajam juncto Pasal 55 KUHPidana.
Karena itu jaksa meminta majelis hakim agar menghukum terdakwa tujuh tahun penjara dikurangi masa hukuman yang sudah dijalani. Hal serupa juga disampaikan Feryando SH pada sidang sebelumnya terhadap Glok. Ia juga meminta hakim menghukum Zulkarnaini tujuh tahun penjara, karena melanggar undang-undang darurat.

Atas tuntutan tersebut Abdul Aziz akan menanggapinya melalui pleidoi (pembelaan) terhadap kliennya yang akan disampaikan pada sidang pekan mendatang. “Kami mohon waktu sepekan majelis, untuk menyusun materi pembelaan,” pinta pengacara. Sidang ditunda hingga Senin 18 Januari 2016. Sedangkan sidang untuk Glok yang berlangsung Senin (11/1) beragendakan pembacaan materi pleidoi dan juga ditunda hingga 18 Januari mendatang. [TRIBUN]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site