Promo
Tahunan
×
Home » » Dua Pasang Kembar Identik yang Saling Tertukar Bertemu Setelah 25 Tahun

Dua Pasang Kembar Identik yang Saling Tertukar Bertemu Setelah 25 Tahun

Written By Redaksi on Wednesday, 6 January 2016 | 09:38:00

Jorge Enrique Bernal Castro, William Canas Velasco, Carlos Bernal Castro dan Wilber Canas Velasco bertemu tahun 2014 lalu.

Dua pasang anak kembar identik yang terpisah tak sengaja sesaat setelah mereka lahir pada tahun 1998, akhirnya saling bertemu setelah hampir 25 tahun.

Mereka dipertemukan secara tidak sengaja atau kebetulan, kisah mereka ini seperti alur cerita sebuah opera sabun dari Amerika Latin, lebih tepatnya dari Kolombia.

Cerita mereka menjadi berita utama pada bulan Juli tahun lalu ketika harian The New York Times menerbitkan sebuah artikel panjang dan lengkap tentang kisah mereka.

Harian itu memuat hampir setiap aspek dari cerita tersebut, namun jalinan keempat pria kembar itu terus berkembang sejak mereka pertama kali bertemu.


Kesempatan bertemu
Semuanya berawal ketika seorang rekan dari Bogota, pekerja kantoran bernama Jorge Enrique Bernal Castro yang pergi membeli daging ke toko penjualan daging William Canas Velasco yang juga terletak di Bogota.

Dia tidak percaya bagaimana mungkin si tukang daging itu memiliki kemiripan dengan temannya. Keduanya sama-sama memiliki tubuh yang kurus, wajah tirus, mulut kecil dan senyum yang nakal.


Jorge dan William
Seorang rekan Jorge melihat William (kanan) di sebuah toko penjual daging dan tidak mempercayai kemiripan antara keduanya.




Penasaran dengan kemiripan-kemiripan itu, ia pun mengambil foto penjual daging itu dan menunjukkannya kepada Jorge, yang juga merasa kaget.

Rasa ingin tahunya terusik, Jorge lalu menghubungi tukang daging itu dan keduanya bertemu.

Rasa keterkejutan mereka bertambah dua kali lipat, atau mungkin empat kali lipat jika Anda suka, ketika mereka menyadari bahwa orang yang ia temui adalah kembarannya, Carlos Bernal Castro dan Wilber Canas Velasco, memiliki kemiripan yang menyolok satu sama lain.

Carlos dan Wilbur, keduanya adalah sosok pria-pria dewasa, dengan kepala tegap, bentuk bibir yang penuh dan ekspresi serius.


Mereka memiliki sedikit kemiripan dengan Jorge dan William dan bukan hanya dalam hal fisik saja.

Jorge dan William yang lebih cerewet, santai dan suka bercanda, sementara Carlos dan Wilber lebih tenang, tidak suka olok-olok, cepat marah dan ebih peduli dengan penampilan mereka.


Kemiripan
Saat saya bertemu mereka, Carlos dan Wilbur, keduanya memiliki warna ponsel yang sama yaitu putih, walaupun mereka mengatakan membelinya secara terpisah.


Campuran
William dan Jorge lahir pada 21 Desember 1988 di Rumah Sakit Infantil Materno di Bogota. Wilber dan Carlos lahir sehari kemudian di provinsi Santander Utara.

Keempatnya lahir secara prematur pada usia tujuh bulan dan ketika Carlos jatuh sakit, ia dibawa bersama dengan Wilber untuk dirawat di Rumah Sakit Materno Infantil.

Jorge pikir bahwa kedua pasang anak kembar itu ditempatkan di ruangan yang sama dan bahwa satu atau lebih dari gelang identitas yang mereka pakai terjatuh dan kemudian dipasang pada bayi yang lain.

William diboyong bersama Wilber oleh orang tua Wilbur dan Carlos ke sebuah daerah pedesaan di Santander sementara Carlos dan Jorge tinggal dengan ibu Jorge di Bogota.

Beberapa tahun kemudian, William pindah ke Bogota untuk bekerja di sebuah tempat penjualan daging, tempat ia ditemukan oleh rekan Jorge.

Mereka juga memiliki kecenderungan yang sama yaitu memainkan ponselnya ketika mengalihkan percakapan dengan mereka.

"Kami sedikit lebih ego-sentris, lebih suka menggoda," ujar Carlos ketika berbicara soal kesamaan antara dia dan saudara kembarnya Wilber dan perbedaan mereka dengan Jorge dan William

Sebelum mereka semua bertemu untuk pertama kalinya, keempat kembar itu diliputi rasa cemas dan khawatir seperti apa orang yang mereka temui.

"Saya takut, karena ada dua orang yang tampak persis seperti saya dan adik saya, tapi pada saat yang sama, saya tidak tahu siapa mereka," kata Jorge mengatakan pada saya.

"Ketakutan terbesar saya adalah bahwa mereka bisa menjadi orang jahat."

Namun begitu mereka bertemu, ketakutan mereka mulai lenyap dan kekhawatiran berubah menjadi kata-kata, lelucon dan pertanyaan-pertanyaan.

Proyek bersama
Mereka harus menulis kembali tentang kehidupan mereka yang sudah banyak diwarnai pasang-surut dengan ditemukannya "saudara" mereka tumbuh dengan orang yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali dan alih-alih mereka memiliki kembar identik yang tidak mereka ketahui.

Pada awalnya mereka memutuskan untuk menyebut diri mereka sebagai "empat bersaudara" dan setelah berbulan-bulan sejak mereka pertama kali bertemu pada tahun 2014, hubungan mereka bahkan semakin dekat.

Berempat
Keempat pria kembar ini berencana untuk membeli rumah bersama-sama dan tinggal bersama.

Mereka juga menyadari bahwa pertemuan dan minat mereka bukan hanya dari media, namun juga dari sejumlah peneliti tentang orang-orang kembar yang memberi mereka kesempatan untuk tumbuh secara individu dan kelompok.

Kisah mereka akan segera disebarkan bahkan di publikasikan lebih luas dari sebuah buku sebelumnya yang berjudul Accidental Brothers yang diterbitkan oleh University of California.

Keempat saudara kembar ini mengatakan bahwa mereka telah menjalin hubungan. "Seperti halnya saudara, kita sudah seperti sebuah perusahaan," kata Jorge.

Mereka mulai saling mendukung impian dan proyek masing-masing. "Kami semua saling membutuhkan dan masing-masing mempunyai peranan penting," Jorge menjelaskan.

William menyukai karir di bidang politik. "Jika ada kesempatan, saya ingin menjadi walikota," katanya.

Dia pertama kali mencoba peruntungannya dalam pemilihan walikota Oktober lalu untuk melihat apakah dia bisa menjadi anggota dewan di kampung halamannya di La Paz, di provinsi Santander Utara.

Carlos dan Wilbur membantunya dengan kampanye dan meskipun William tidak terpilih, hal itu merupakan pengalaman yang baik dari kerjasama antar saudara, kata mereka.

Sekarang mereka berencana untuk bepergian bersama-sama dan bahkan membeli rumah bersama-sama untuk ditinggali berempat.

Jika mereka melakukannya, mereka pasti akan terus bercanda tentang keanehan masing-masing, seperti yang mereka lakukan ketika saya bertemu dengan mereka.

(nwk/nwk)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site