Promo
Tahunan
×
Home » , » Didukung 27.113 netizen, TV rakitan Kusrin resmi mendapat SNI

Didukung 27.113 netizen, TV rakitan Kusrin resmi mendapat SNI

Written By Redaksi on Wednesday, 20 January 2016 | 00:09:00


KHABARPOPULER.COM - Seorang perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah, Muhammad Kusrin akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi atas produk televisinya.

Sertifikasi Produk Pengguna Tanda (SPPT) SNI Cathode Ray Tube TV didapatkannya setelah diurus sejak Mei 2015. “Saya mengurusnya (SNI) sejak Mei 2015, jadi sekitar tujuh bulan. Sebetulnya mudah, tapi karena berbeda kota jadi agak lama,” ujar Kusrin.

Sebelumnya, televisi rakitan Kusrin sempat dimusnahkan karena tidak memperoleh SNI yang berakibat 25 orang karyawannya bisa kehilangan pekerjaan.

Kejadian ini mengundang sarjana fisika dari Universitas Diponegoro, Semarang, Muhammad Izzuddin Shofar membuat petisi yang meminta Kementrian Perindustrian dan Badan Standarisasi Nasional untuk membina Kusrin untuk mengurus perijinan SNI.

“Kita tidak sedang menentang pentingnya SNI,” tulis Izzuddin dalam situs Change.org.
“Seharusnya Kusrin yang hanya lulusan SD ini diberi pembinaan bagaimana mengurus perijinan SNI dan sebisa mungkin diberi keringan karena industrinya yang bersifat kecil. Bukan langsung dibui.”

Dengan 27.113 dukungan, petisi ini telah dikonfirmasi berhasil membuat perubahan bagi Kusrin.
Pria berusia 42 tahun tersebut mendapatkan sertifikat SNI untuk tiga merek televisinya, yang diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin pada Selasa, 19 Januari, di Kantor Kemenperin, Jakarta.

“SNI ini untuk tiga merek tv saya, mereknya Veloz, Zener, dan Maxreen. Semua sama, yang membedakan hanya warna untuk memberikan pilihan bagi konsumen,” katanya.
Ketiga televisi tersebut dijual dengan harga Rp.400-500 ribu di wilayah Karasidenan Solo hingga Yogyakarta.

Sementara Saleh mengungkapkan apresiasinya terhadap usaha Kusrin untuk memperoleh sertifikasi untuk produknya tersebut.

“Kreativitas dan inovasi ditambah koordinasi dengan para aparat pembina dapat meningkatkan kualitas produk IKM dan menghindari pelanggaran hukum,” katanya.

Pernyataan tersebut juga ditegaskan oleh Dirjen Industri Kecil Menengah Kemenperin Euis Saedah dalam kesempatan yang sama.

“Jangan langsung dimusnahkan, tapi penegak hukum bisa berkoordinasi dengan Kemenperin,” tuturnya.(Rapller)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site