Promo
Tahunan
×
Home » , » Bela Negara dan Cinta Tanah Air itu Wajib

Bela Negara dan Cinta Tanah Air itu Wajib

Written By Redaksi on Saturday, 16 January 2016 | 05:40:00

Bela Negara dan Cinta Tanah Air itu Wajib
KHABARPOPULER.COM - Rangkaian acara Konferensi Ulama Thariqah di Hotel Santika Pekalongan ditutup oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya Jum'at malam Sabtu (5/1). Beliau mengawali ikhtitamnya dengan menjelaskan tujuan utama diselenggarakan Konferensi Ulama Thariqah tersebut. Tidak lain maksudnya adalah agar Indonesia menjadi sponsor mencintai negara. Masyarakat Suriah mencintai negaranya, masyarakat Maroko mencintai negaranya, masyarakat Lebanon mencintai negaranya.

"Setiap anak bangsa akan memiliki kecintaan kepada tanah airnya apabila mereka mempunyai rasa bela negara yang kuat", tegas Maulana Habib Luthfi. Apa perlunya bela negara? Yang disebut bela negara bukan wajib militer. Itu makna sempit yang salah. Yang dimaksud bela negara adalah setiap anak bangsa merasa memiliki Negara masing-masing (bahasa Jawa; handarbeni). Kalau setiap anak bangsa sadar merasa memiliki Bangsanya, maka negara akan kuat. Kekuatan dari bela Negara akan menimbulkan rasa cinta tanah air masing-masing. Konferensi ini diadakan untuk melahirkan fatwa bela negara dan cinta tanah air bagi tanah air masing-masing dengan Indonesia sebagai pelopor.

Bela Negara bukan hanya dalam dunia pertahanan. Dalam dunia pendidikan, perdagangan, pertanian itu termasuk bela Negara untuk menopang kemajuan bangsa. Maka bela negara jangan hanya dimaknai dengan mengangkat senjata saja tetapi melahirkan intelektual pertanian, kelautan, dan lain sebagainya yang akan memperkokoh bangsa dan negara juga merupakan bela bangsa.

Kita tahu luas Indonesia yang luar biasa. Indonesia strategis. Terkaya pulau-pulaunya. Diantara beberapa anak kita yang belajar, sejauh mana tahu perbatasan Negara? Hasil daerah dan Negara? Anak-anak kita banyak ketinggalan. "Mungkin ini disebabkan kurangnya pendidikan dari orangtua. Sehingga anak kabur akan Bangsanya. Padahal wajib hukumnya Bela Negara," tutur Habib Luthfi. "Memajukan pendidikan, ekonomi, pertanian itu termasuk dalam kategori bela negara. Kekayaan apa yang ada di negara masing-masing," lanjut beliau. Bela Negara tidak hanya di militer, namun ada juga pada mencetak ilmuan, saintis, lewat pendidikan, dan lainnya, agar tercipta kedamaian dunia.

Kita tahu peta Indonesia. Tapi kita hanya tahu negara ini makmur, subur, tapi tak sedikitpun melihatnya sebagai negara strategis. Kita dari kecil kurang diberi pengertian tentang negaranya sendiri, oleh karenanya semangat membelanya kurang. Tentara dan rakyat jauh tidak saling kenal. Tapi alhamdulillah di Indonesia tiap hari ulama dan tentara saling berhubungan. Rakyat dan tentara saling berhubungan. Program tentara masuk desa untuk membantu rakyat. Tentara adalah anak bangsa. Sehingga terbangun saling menghormati antara Ulama dan Tentara, Rakyat dan tentara.

Tentara bukanlah instansi terpisah dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari warga ini juga. Tanpa mengenyampingkan negara lainnya, insya Allah Indonesia menjadi percontohan bagi seluruh dunia. Setiap anak bangsa dari bangsa manapun khusunya Indonesia harus mengetahui hasil bumi, letak geografisnya dan seluruh potensi yang dimiliki. Habib Luthfi lalu mencontohkan Indonesia dari segi geopolitik dan letak geografisnya yang luar biasa, yang merupakan suatu kekuatan tersendiri. Sejauh mana generasi muda mengetahui Indonesia? Bagaimana potensi dan strategisnya Indonesia?

Strategisnya pulau-pulau perbatasan Indonesia. Andai dibangun pangkalan militer di ujung Aceh dengan fasilitas dan militer yang kuat. Sehingga Indonesia punya kedudukan yang kuat. Karena ketidaktahuan tentang hal tersebut, maka kecintaan masing-masing anak bangsa kepada bangsanya berkurang. Bagaimana hubungan antar bangsa pada masalah pendidikan, perdagangan, pertanian dan lainya, ketika setiap negara ada Bela Negara maka ada suatu hubungan yang menguntungkan.

Dalam al-Quran surat al-Hujurat ayat 13, Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal." "Lita'arafu" di sini bukan hanya saling mengenal satu sama lainya tapi juga saling tolong-menolong, lebih pada kemaslahatan antar bangsa. Apa yang bisa Indonesia lakukan untuk bangsa lain, dan bangsa lain untuk Indonesia.

Hubungan bilateral itu bertujuan untuk memperkuat negara masing-masing, tidak untuk saling menjatuhkan. Tidak sekadar mengenal, tapi mengenal yang sampai mengikat satu kesatuan. Satu kesatuan yang membentuk semangat persatuan dalam bangsa, dan mengikat persatuan antar negara sedunia. "Semoga keputusan Konferensi Ulama Thariqah menelurkan cinta negara adalah wajib, bela negara pun wajib." Pungkas Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya selaku Rais Aam JATMAN

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site