google-site-verification: google8ec57a9dfd80d368.html Beginilah Tempat Tidur Rasulullah Saw - KHABAR POPULER

Beginilah Tempat Tidur Rasulullah Saw


*foto: Replika(3D)keadaan rumah Rasulullah SAW dibuat brdasarkan hadist..
“Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah SAW terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut korma.”(HR At-Tirmidzi)
.
Hafshah saat ditanya,“Apa yang menjadi tempat tidur Rasulullah SAW?” Ia menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah Rasulullah SAW tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati): sekiranya kain itu aku lipat menjadi 4 lapis, tentu akan lebih empuk baginya. Maka kain itu kulipat empat lapis.”(HR At-Tirmidzi)
.
Manakala waktu subuh, cerita Hafsah, Rasulullah SAW mengatakan, “Apa yg engkau hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?” Aku menjawab, itu adalah alas tidur yg biasanya Nabi pakai, hanya saja aku lipat 4. Aku kira akan lebih empuk.” Rasulullah SAW membalas, “Kembalikan kepada asalnya! Sungguh, disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari.”(HR At-Tirmidzi)
.
Cerita ttg tempat tidur Rasulullah SAW pernah menyebabkan Umar bin Khatab menangis.
.
Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah SAW. Umar mendapati Rasulullah sdg berbaring di atas tikar yg sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantalkan pelepah kurma yg keras.
“Aku ucapkan salam kepadanya & duduk di dekatnya. Aku tdk sanggup menahan tangisku,” ujar Umar bin Khattab
.
Rasulullah yg mulia pun sampai bertanya kpd Umar, "Mengapa Engkau menangis, wahai Umar?" .
“Bagaimana aku tidak menangis, wahai Rasulullah. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yg aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra & Kaisar duduk di singgasana emas & berbantalkan sutera".
.
Lalu Nabi SAW berkata, "Mereka telah menyegerakan kesenangannya skrg jg; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yg menangguhkan kesenangan kita utk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dgn dunia seperti orang yang bepergian pd musim panas.Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat & meninggalkannya," ujar Rasul SAW.
.
Semoga ini bisa menjadi cerminan buat kita semua. wallahu a'lam bishawab

sumber: MaulidEvent
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.