Promo
Tahunan
×
Home » » Bahaya Zat Sianida Dalam Kopi: Mematikan Hanya dalam Waktu 15 Menit

Bahaya Zat Sianida Dalam Kopi: Mematikan Hanya dalam Waktu 15 Menit

Written By Redaksi on Sunday, 10 January 2016 | 17:30:00

KHABARPOPULER.COM - Berdasarkan hasil autopsi sementara pihak kepolisian, ada kandungan zat sianida dalam es kopi Vietnam yang diminum oleh Wayan Mirna (27) di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Seperti apa efek dari sianida ini?

"Itu sedikit saja bisa bikin orang mati," kata Kadis Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi saat dikonfirmasi, Senin (11/1/2016).

Dilansir dari berbagai sumber, sianida merupakan salah satu racun paling mematikan di dunia. Sianida bahkan disebut sebagai racun pembunuh paling manjur.

Berdasarkan penjelasan dari website resmi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), zat sianida berbentuk padatan kristal kubus atau serbuk, granul, serpihan yang dapat menyerap uap air sehingga menjadi cairan, tidak berwarna hingga putih, berbau seperti almond. Jika kering tidak berbau, tetapi jika menyerap air berbau sianida.

Dalam porsi rendah, zat ini sering digunakan oleh petani untuk membasmi hama. Penggunaannya juga harus sangat hati-hati mengingat betapa bahaya zat tersebut. Dalam dosis yang besar, sianida dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, seringkali disertai kejang dan kematian.

"Umumnya dalam waktu 1 – 15 menit," tulis www.bppt.go.id.

Konsentrasi yang lebih rendah dapat mengakibatkan korosi pada selaput lendir lambung, bau amandel yang tidak enak pada nafas, rasa terbakar, rasa tercekik pada tenggorokan, hingga erupsi noda bintik pada wajah.

Zat ini juga bisa menimbulkan efek pengeluaran air liur, mual dengan atau tanpa disertai muntah, kegelisahan, rasa bingung, pusing, perasaan gamang, rasa lemah, sakit kepala, denyut nadi cepat, palpitasi, kekakuan pada rahang bagian bawah, dan opisthotonos, laju dan kedalaman pernafasan umumnya meningkat pada awalnya dan kemudian menjadi lambat dan terengah-engah. Dapat terjadi pengeluaran urin diluar kemauan serta diare.

Pada tahapan kejang-kejang, dapat diikuti dengan kelumpuhan. Bola mata dapat menonjol keluar dan manik mata dapat menjadi tidak reaktif. Kerusakan terhadap saraf optik dan retina, serta kebutaan kemungkinan dapat terjadi. Mulut dapat berbusa, yang terkadang disertai darah, merupakan indikasi terjadinya edema paru. Jika kematian terjadi, biasanya dalam jangka waktu 4 jam dan dapat disebabkan karena terhentinya fungsi sistem pernafasan atau anoreksia pada jaringan. Gejala lain dapat meliputi nyeri dada, bicara tidak teratur, dan tahapan stimulasi pada susunan saraf pusat yang bersifat sementara yang disertai hypernea dan sakit kepala.

Efek sianida ternyata mengerikan. Bahkan, ganasnya zat ini bisa membunuh puluhan gajah. Pemburu liar, dari Riau hingga Zimbabwe, biasa menggunakan sianida untuk membunuh gajah. [dtk]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site