Promo
Tahunan
×
Home » , » Aksi Hijabers Amerika yang Bagikan Donat dan Kopi untuk Lawan Islamophobia

Aksi Hijabers Amerika yang Bagikan Donat dan Kopi untuk Lawan Islamophobia

Written By Redaksi on Thursday, 28 January 2016 | 17:11:00

Aksi Hijabers Amerika yang Bagikan Donat dan Kopi untuk Lawan Islamophobia
KHABARPOPULER.COM - Serangan bom dan teroris di beberapa negara meresahkan masyarakat muslim di seluruh dunia. Islamophobia yang awalnya sudah semakin reda menguat kembali karena hal tersebut. Oleh sebab itu, para muslimah berusaha menunjukkan kalau teroris dilakukan kaum ekstrimis bukan seluruh masyarakat muslim.

Beragam acara hijab digelar oleh hijabers-hijabers muda untuk meredakan stereotipe buruk tentang Islam. Salah satu contohnya adalah Mona Haydar yang berusaha untuk meredakan kebencian terutama setelah serangan bom di Paris, Prancis, dengan melakukan sesuatu yang positif.

Wanita asal Amerika ini berhasil menyita perhatian dengan membuka booth di trotoar kawasan Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Booth tersebut terbuka untuk masyarakat umum yang ingin bertanya seputar muslim.

Ia menamakan booth-nya 'Ask a Muslim' dan 'Talk to a Muslim'. Mona mempersilakan siapa saja yang berdialog dengannya tentang Islam. Selain mendirikan booth, wanita yang berdomisili di Flint itu juga membagikan donat dan kopi gratis. Mona didampingi oleh sang suami Sebastian Robins.

"Suamiku Sebastian ingin melakukan hal ini karena terinspirasi dari film 'This American Life'. Di dalamnya ada adegan di mana seorang pria Irak mendirikan toko dengan nama 'Talk to an Iraqi'. Jadi kenapa kita tidak melakukan hal yang sama?" tutur Mona saat diwawancara oleh Boston Globe.

Awalnya Mona mengaku ragu untuk melakukan hal tersebut karena khawatir diserang para Islamophobia. Namun akhirnya keduanya yakin setelah menyatukan kata hati mereka.

"Aku yakin bahwa orang-orang akan memberi kesempatan. Jadi aku rasa ini tepat dilakukan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa seorang muslim cinta damai. Aku berharap bisa menghapuskan prasangka tentang muslim," tambah wanita yang melanjutkan pendidikan di University of Michigan-Flint itu.

Kehawatirannya akan serangan Islamophobia tidak terjadi malah orang-orang di sekitarnya bersikap sangat ramah dengan Mona dan suami. Aksinya tersebut dilakukan selama satu hari. Ia tak menyangka bisa bertemu beragam jenis orang yang berbeda-beda.

Ada anak kecil yang ingin mengambil foto bersama mereka, ada pula seorang wanita non-muslim yang meneteskan air mata saat menghampiri Mona sambil membawakan sekardus donat tambahan untuk dibagikan.

Mona mengatakan, orang-orang yang mampir ke booth mereka seolah ingin minta maaf atas apa yang terjadi di negaranya terkait masyarakat muslim. "Mereka seperti mengatakan maaf atas apa yang terjadi di negara kita, itu membuatku sedih," ceritanya.

Ini menjadi pengalaman yang membuka mataku bahwa kata hati selalu benar. Cinta merupakan anugerah yang bisa membuat semua orang merasa senang. Ini satu-satunya cara untuk melawan kebencian karena kebencian tak bisa dilawan dengan kebencian," tambah Mona. (detik)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site