Contact

Terbaru
Promo
Tahunan
×

Aswaja Aceh Utara Juga Tolak Modifikasi Hukum Cambuk

Written By Martunis Nisam on Saturday, 15 July 2017 | 09:16:00

Lhoksukon | khabarpopuler.com - Aswaja Aceh utara mengaku menolak tegas wacana Pemerintah Aceh mengubah pemberlakuan hukuman cambuk dari terbuka menjadi tertutup.

Hal itu disampaikan ketua Aswaja Aceh utara, Tgk. Samsul Bahri, S. HI  melalui media pesan singkat ke redaksi khabarpopuler.com pada Sabtu, 15 Juli 2017 sekira pukul 20.30 WIB.

“Kami dari Aswaja Aceh Utara menolak keras rencana pemerintah untuk melakukan eksekusi hukum cmbuk secara tertutup,” kata Tgk. Samsul Bahri.

Sebelumnya diketahui Irwandi Yusuf berencana mengubah pemberlakuan hukuman cambuk di Aceh karena beralasan berpengaruh terhadap investasi di Aceh. Pernyataan Irwandi dipublish sejumlah media, yang disebut merupakan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilakukannya hukum cambuk secara terbuka, lanjut dia, karena sebagai bentuk syiar agar menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh, sehingga tidak melakukan hal yang sama.

“Itu juga untuk memberikan efek jera bagi pelanggar agar tidak mengulangi hal yang sama. Otomi khusus (Otsus) tentang pelaksanaan hukum syariat Islam juga telah diberikan,” kata dia.

Beliau juga meminta para Investor tidak takut ke Aceh, kecuali jangan-jangan ada rencana melakukan maksiat di Aceh. “Kalau ada niat melakukan pelanggaran syariat Islam di Aceh, berarti tidak menghargai masyarakat Aceh dan malah berusaha menghancurkan generasi Aceh,” tegasnya.

“Hukuman cambuk itu bukan untuk Investor tapi untuk pelanggar Syariat Islam,” tambahnya. [ Red ]

BREAKING NEWS: 1 Syawal 1438 H Jatuh pada Besok, Minggu 25 Juni 2017

Written By Martunis Nisam on Saturday, 24 June 2017 | 05:26:00

Khabarpopuler.com | Pemerintah akhirnya memutuskan awal 1 Syawal Hijriah jatuh pada tanggal 25 Juni 2017 atau Sabtu besok.

Dengan demikian, perayaan Idul Fitri atau Lebaran secara nasional ditetapkan pada tanggal tersebut.

Keputusan ini diperoleh melalui Sidang Isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Sabtu (24/6/2017). setelah mendengarkan berbagai masukan.

 "Sidang Isbat memutuskan 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu," ungkapnya.

Silatrurrahmi Pengurus Ikatan Santri Kecamatan Se-Aceh Utara dengan Alumni Tarim

Written By Martunis Nisam on Thursday, 15 June 2017 | 10:24:00

Lhokseumawe | Khabarpopuler.com -
Silatruurahmi pengurus santri kecamatan se-Aceh Utara dilaksanakan di Kota Lhokseumawe pada Rabu (14/6/2017). Dalam silatrurahmi tersebut hadir pengurus IPPES, IKAPAS, KALAM SAFARI, IKSABA, ISATA, HISADA, ALMADDI, dan lain-lain senjutnya dilanjutka dengan buka puasa bersama.

Usai shalat taraweh ijtimak dengan Habib Abdurrahman bin Shaleh Maula Khelah, beliau memberikan motivasi dan bimbingan dakwah ala Tarim "Yang mempengaruhi orang oramg saat berdakwah bukan ceramahmu, tapi nilainsijutmu diatas sajadah" tutur Habib

Habib melanjutkan "Banyak orang pandai bicara tanpan ilmu dan ikhlas, maka ceramahnya bagaikan even biasa. Tapi lihatlah bagaimana orang-orang ikhlas itu, mereka tidak bicara pun akan mampu menjadibmaknet kebaikan untuk orang lain".

"Dahulu, seorang penganut paham tajsim di Tarim dekat dengan Darul Mustafa merasa jengkel dengan maulid dan azkar yang dilakukan Habib Umar. Mereka meminta supaya tidak dipakai micophon dan tidak di live di radio".

"Habib umar menerima permintaan mereka, suatu hari anak-anak mereka ingin dinikahkan dan meminta supaya di live di radionya Darul Mustafa dan Habib Umar pun mengijinkan. Luar biasa...!!!

Maka ini pelajaran besar, kini semakin hari masyarakat sekitar yang dulunya risih dengan Darul Mustafa makin lebih dicintai, anak-anak mereka semuanya diantarkan belajar disana.

Demikian satu poin penting dari sekian banyaknya dari pertemua Pengurus Santri Kecamatan di Kab. Aceh Utara [IPPES, IKAPAS, KALAM SAFARI, IKSABA, ISATA, HISADA, ALMADDI, DLL] tadi malam bersama Habib Abdurrahman bin Shaleh Maula Khelah (Alumni Darul musthafa Tarim, Pengajatlr di Pesantren Habib Sholeh Jufri Solo)  dalam perjalan Dakwah Utusan Majelis Muwashalah di Kota Lhokseumawe. [An-Nisami]

Agama Hanyalah Warisan?? Hati-Hati Iktiqad Jabariyah

Written By Martunis Nisam on Saturday, 3 June 2017 | 12:50:00


| Bantahan atas tulisan bocah yang dibanggakan presiden |

Keputusan seseorang itu benar adanya, demikian Islam berucap. Meski benar tiada taksir sebuah perbuatan kecuali qudrah dan iradah Allah Swt.

Pemahaman para pendahulu, sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in begitu juga seterusnya, bahwa pada hamba terdapat pilihan untuk memilih sesuatu yang berakibat baik beginya atau berakibat buruk baginya.

Pembuktian selanjutnya, bahwa manusia tidak bagaikan robot yang diskenario oleh Allah Swt namun juga punya pilihan sendiri.

Pertama, perbuatan hamba pada hakikatnya adalah tidak ada, yang hanya adalah perbuatan Allah swt.  Lalu ditanya, apakah ini bukan berarti semua akan bermakna warisan yang tidak bisa dipilih?!.

Jawabnya adalah, Iradah Allah kepada perbuatan atau keputusan perbuatan hamba biasanya sesuai dengan iradah Allah, jauh dalam azali bahwa Allah telah mengetahui hamba yang diciptakan nantinya akan memilih bebuat A misalnya maka iradah Allah juga A sesuai dengan pilihan hamba ketika dia sudah dilahirkan. Nah, pada perbuatan atau keputusan hamba terjadi nanti akibat iradah dan qudrah Allah.

Maka oleh sebab itu, keputusan atau pilihan hari ini adalah keputusan kita bukan warisan. Bagitu juga halnya Agama. Banyak kita jumpai seorang anak memilih muslim padahal lahir dalam keluarga Hindu, begitu juga anak memilih budha padahal lahir dari keluarga hindu dan sebagainya.

Oleh sebab itu, pernyataan bahwa Agama adalah warisan yang seolah-olah hamba hanyalah robot yang tak bisa memilih ini persis keyakinan Jabariyah, artinya semua perbuatan adalah perbuatan Allah, manusia hanya robot dan semuanya menjalani skenario yang ada, hamba tidak ada pilihan. Nah, iktiqad jabariah masuk dalam katagori sesat menyesatkan.

Wallahu'alam
Martunis Nisam
Demisioner IKAPAS Nisam

Keterlaluan, PBB Desak Indonesia Bebaskan Ahok

Written By Martunis Nisam on Monday, 22 May 2017 | 05:34:00

JAKARTA - Kantor Komisioner Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (OHCHR) mendesak Pemerintah Indonesia untuk membebaskan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari penjara. Ahok dihukum dua tahun penjara atas tuduhan penistaan agama.

Pemerintah Indonesia juga didesak meninjau hukum penistaan agama. Desakan disampaikan OHCHR dalam pernyataan yang dirilis hari Senin (22/5/2017).

”Hukum pidana yang menghukum penghujatan merupakan pengekangan yang tidak sah terhadap kebebasan berekspresi, dan secara tidak proporsional menargetkan orang-orang yang termasuk kelompok minoritas agama atau agama tradisional, orang-orang yang tidak beriman dan pembangkang politik," tulis para ahli OHCHR.

Para ahli itu terdiri dari Pelapor Khusus Tentang Kebebasan Beragama; Ahmed Shaheed, Pelapor Khusus Tentang Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi; David Kaye; dan Ahli Independen untuk mempromosikan tatanan internasional yang adil demokratis, Alfred de Zayas.
”Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk membatalkan hukuman Purnama dalam banding atau untuk memperluasnya dalam bentuk pengampunan apa pun yang mungkin tersedia di bawah hukum Indonesia sehingga dia segera dibebaskan dari penjara,” tulis para ahli OHCHR.

Kasus Ahok bermula dari komentarnya pada tanggal 17 November 2016 di Kepulauan Seribu. Saat itu, Ahok mengutip sebuah ayat Alquran yang dikaitkan dengan kampanye pemilihan gubernur.

”Kasus ini juga menggambarkan bahwa keberadaan hukum penistaan bisa digunakan untuk membenarkan intoleransi dan kebencian,” lanjut para ahli OHCHR yang pernyataannya juga dirilis di halaman Facebook-nya.

“Hukum penisataan tidak sesuai dengan masyarakat demokratis seperti Indonesia dan ini merugikan pluralisme agama di negara itu.” Sindo

Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Aceh Kunjungi Rasi Shop

Written By Martunis Nisam on Thursday, 27 April 2017 | 08:57:00


H. Akmal Hanief bersama Tgk. Martunis A. Jalil
Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Aceh H. Akmal Hanief Lc pada Kamis, (27/4/2017) sekitar  pukul 20.00 Wib berkunjung ke Toko Rasi Shop Samalanga yang berlokasi tepat didepan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga kabupaten Bireuen.

Pertemua beliau diambut Pembina Rasi Shop Tgk. Muhibuddin Yunus, S,HI, Ceo Rasi Shop Martunis A. Jalil An-Nisamie dan didampingi Admin Marketing 2 Reza Khosyi.

Dalam pertemua selama lebih kurang 25 menit tersebut mereka membicarakan bagaimana konsep menguasai pasar bisnis oleh kita dan untuk semua.

Selama ini masyarakat kita hanya sebagai konsumen aktif, sedangkan aliran dana bisnis dikuasai oleh mereka kapitalis.

Semoga lewat pengusaha muda ini kita mampu berkembang dan bersinergi melangkah kearah lebih baik, maju dan mulia. 

Sebagaimana diketahui bahwa Toko Rasi Shop penjual produk pecinta Rasulullah tersebut buka setiap hari yang beralamat di Desa Mideum Jok Kecamatan Samalanga Kab. Bireuen, Prov. Aceh samping Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga info lanjut Hub. WA. 085206691989.
 
Diantara produk yang dijual adalah peci -peci ala logo sandal Rasulullah, Jaket Majelis Rasulullah SAW  - AlHabib Munzir Al-Musawa, Sorban, Habwah/Sabuk duduk, Tasbih kayu kokka, Jam Tangan logo Terompah, Pin, Gantungan Kunci, Baju Muslim, cincin Nabi, dan berbagai aksesoria syar'i lainnya.

Bagaimana Hukum Menghormati Seseorang Dalam Bentuk Rukuk

Written By muhammad ilham on Thursday, 6 April 2017 | 07:43:00


Deskripsi Masalah:

Suparno bekerja di sebuah perusahaan yang peraturannya kebetulan sangat disiplin dan ketat, sampai-sampai ketika bosnya masuk kantor para karyawan semua diwajibkan untuk membungkuk layaknya orang yang rukuk dalam shalat sebagai simbol untuk menghormati beliau. 

Pertanyaan: 
 
Bagaimanakah hukum Suparno dan kawan-kawan sekantornya yang menghormati bosnya dengan cara membungkuk yang menyerupai rukuk dalam shalat?

Jawaban: 

Haram, bahkan ada ulama yang berpendapat jadi kufur. Akan tetapi Syikhuna Imam Ramli manghamalkan hukum haram tersebut berlaku bagi orang yang tujuan hormatnya sama seperti penghormatan (takzim) kepada Allah SWT .

Referensi :

حاشيتا قليوبي وعميرة , صحيفة 239 , مكتبة الحرمين

(تنبيه) علم مما ذكر أنه لا يجوز التقرب إلى الله تعالى بسجدة من غير ما ذكر ولو عقب صلاة، ولا بركوع ونحوه كذلك، ولا بصلاة بنية الشكر أو بنية التلاوة، ومن ذلك صورة الركوع عند تحية العظماء فهو حرام، بل قيل: إنه كفر وحمله شيخنا الرملي على من قصد تعظيمهم كتعظيم الله تعالى كما مر
 

Soal Manti dan Kumen, ini Kesaksian Yan Kule

Written By Martunis Nisam on Thursday, 30 March 2017 | 11:58:00


MANTI itu ukuran tubuhnya seperti manusia biasa, cuma saja telapak kakinya agak lebar dan posisi telapak terbalik. Demikian dituturkan Yan Kule, sosok yang sangat dikenal di dataran tinggi Gayo sebagai pemburu harimau beberapa tahun silam.
“Sebelum konflik Aceh tahun 1998, saat itu musim kemarau, saya masuk hutan Samarkilang berburu harimau seorang diri, di sungai Pasir Putih saya melihat sepasang Manti, ukuran tubuhnya seperti manusia biasa, bedanya mereka tidak berpakaian dan rambutnya panjang nyaris menutup seluruh badan termasuk kemaluan,” kata Yan Kule saat ditemui di Pante Menye Bintang.
Saat itu Yan Kule hanya beberapa meter dari Manti yang semula diduganya sebagai makhluk halus. “Beberapa saat mereka tidak menyadari jika saya memperhatikan mereka, namun begitu tau mereka langsung kabur dengan sangat cepat. “Larinya seribu,” kata Yan mengistilahkan cepatnya Manti berlari.
Dengan raut muka serius, Yan menyatakan Manti berkelamin perempuan yang ditemuinya berparas belangi (cantik). “Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana cantiknya Manti perempuan tersebut,” ujar Yan yang mengaku tidak ingat lagi berapa harimau yang berhasil ditangkapnya seorang diri.
Setibanya di perkampungan, Yan bercerita kepada warga setempat tentang apa yang dialaminya. Dan warga mengamini jika yang dilihat Yan Kule adalah Manti yang sejak lama diketahui warga setempat memang ada di hutan tersebut.
Menculik Bayi Kumen
Soal Kumen, menurut Yan Kule berupa sosok manusia kerdil dengan postur seperti anak balita, rambut keriting dan telapak kaki tidak terbalik seperti halnya Manti. Seluruh tubuh ditutupi bulu termasuk jenis kelamin sehingga tidak bisa dibedakan jenis kelaminnya. Kumen juga tidak punya kuku sehingga tidak bisa mencakar. Selain itu disebut Kumen karena ludahnya beracun, berbisa, biang penyakit, tuba dan sejenisnya.
Yan Kule menyatakan beberap kali melihat Kumen dengan jumlah lumayan banyak. Bahkan dia sempat mencoba merampas bayi Kumen tersebut untuk dibawa pulang dan dirawat. Sayangnya dia gagal setelah diserang oleh beberapa Kumen dengan menggigit lengannya.
Kejadiannya di Gerungang, lokasinya antara Serule dan Samarkilang di sungai yang sedang susut airnya karena kemarau. Yan berjalan seorang diri turun ke sungai tersebut, namun dia mendengar suara batu-batu yang saling beradu dari arah sungai. Dia kemudian mengendap-endap mendekati sumber suara tersebut.
Lokasi nyekot di Arul Kemili Kemerleng Isaq Linge. (Kha A Zaghlul)
Lokasi nyekot di Arul Kemili Kemerleng Isaq Linge. (Kha A Zaghlul)
Dia kaget ketika melihat ada serombongan Kumen sedang berusaha memindahkan aliran air sungai dengan memindahkan batu-batu agar mudah menangkap ikan yang dalam bahasa Gayo disebut Nyekot. “Itu pertama kali saya melihat Kumen walau sudah sering saya dengar cerita-cerita. Betul Allah itu kaya, menciptakan makhluk sedemikian rupa,” ujar Yan.
Diceritakan, serombongan Kumen itu menangkap ikan dengan cara manual dengan tangan, ikan-ikan yang tertangkap dikumpulkan disatu tempat yang kering dengan terlebih dahulu digigit bagian kepalanya,” mungkin agar ikannya tidak lepas atau dimatikan,” ungkap pria kelahiran Bintang tahun 1968 ini.
Cukup lama Yan mengamati aktivitas Kumen-Kumen tersebut. Terbetik niat untuk menculik salahsatu bayi Kumen yang ditelentangkan diatas batu. Niat ini untuk membuktikan kebesaran Yang Maha Kuasa jika selain manusia biasa juga ada jenis manusia lain di muka bumi.
Yakin dengan niatnya, Yan mendekati bayi tersebut dan berhasil berada di batu tersebut. Saat bayi tersebut hendak digendong, Ibu bayi Kumen berteriak “cit” serta merta menyerang dengan melompat ke tubuh Yan yang dikuti sedikitnya 5 Kumen lainnya. Yan tidak dipukul, namun dicakar dan digigit di lengan dan tangan Yan.
“Syukurlah saat itu saya pakai jaket sehingga tidak sampai terluka karena digigit juga tidak luka karena dicakar, Kumen tidak punya kuku panjang. Saat itu ribut sekali, mereka hanya mengeluarkan suara seperti burung Kriko,” kenang Yan.
Sesaat saja, saat bayi tersebut sudah dipungut Kumen lainnya, mereka segera berlari masuk ke semak-semak dengan sangat cepatnya. Yan mencoba mengejar namun gagal, Kumen-kumen itu meninggalkan Yan, berlari ke rerimbunan semak, ada semacam terowongan yang mengarah ke tebing.
“Kesimpulan saya, melalui lorong tersebut Kumen berlari, Kumen tinggal di tebing-tebing curam yang bergua yang sulit dijangkau manusia,” kata Yan Kule.
Kumen ini juga pernah dilihat langsung di Arul Badak Kecamatan Pegasing Aceh Tengah. Di sungai kecil tempat pemandian pemilik salahsatu kebun kopi yang tidak terurus.  “Saat itu saya dalam perjalanan dari hutan Betung tembus ke Gelelungi Pegasing. Sepasang sedang Kumen mandi, setelah saya amati beberapa meter dari ketinggian, saya bersuit dan mereka terkejut secepat kilat berlari,” kenang Yan Kule yang hanya tamatan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Bintang.
Pengakuan yan Kule, dirinya sejak kecil sudah dikenalkan tentang Manti dan Kumen oleh sang kakek bernama Pang Arif yang pernah menangkap Manti di Rebe (kebun) Manti yang masuk dalam wilayah Kampung Dedamar Bintang. “Oleh kakek saya, Manti itu dilepaskan kembali kedalam hutan,” ujar Yan Kule yang mengaku menghentikan hobinya berburu harimau sejak tahun 2004.
Hunian Manti dan Kumen pendapat Yan Kule di hutan antara Lokop Serbejadi Aceh Timur dan Jamat Kecamatan Linge Aceh Tengah. Dan dia yakin Manti dan Kumen masih ada hingga sekarang dan jika hendak melihatnya dilakukan saat musim kemarau di bagian sungai tertentu di tengah hutan belantara.
Yan Kule yang mengaku kenal baik dengan Prabowo Subianto ini bernama asli Alfiandi disapa Yan. Penambahan Kule yang berarti harimau setelah Yan terkenal karena kegemarannya berburu harimau seorang diri dengan tangan kosong pula alias manual tanpa senjata, tanpa perangkap dan tanpa racun. Wallahu’alam.[lintasgayo]

Mutiara Aqidah Ahlussunnah wal-Jama'ah [Asy'ariyyah-Maturidiyyah]Mutiara Aqidah Ahlussunnah wal-Jama'ah [Asy'ariyyah-Maturidiyyah]

Written By Redaksi Nasional on Thursday, 16 February 2017 | 08:27:00


✅ يَجِبُ الإِيْمَانُ أَنَّ الْخَيْرَ وَالشَّرَّ وَالطَّاعَةَ وَالْمَعْصِيَةَ وَالْكُفْرَ وَالإِيْمَانَ كُلُّ ذَلِكَ يَحْصُلُ بِمَشِيئَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَعِلْمِهِ وَقَضَائِهِ وَقَدَرِهِ،**

** [القضاء أي الخلق،  والقدر أي المشيئة.انتهى، نقلا عن شرح شيخنا الشريف الدكتور سليم علوان الحسيني، يوم الخميس، ١٩ من جمادي الأولى ١٤٣٨ هجرية الموافق  ١٦/ ٢/ ٢٠١٧].

✅ لَكِنَّ الْخَيْرَ بِمَحَبَّةِ اللَّهِ وَبِرِضَاهُ وَبِأَمْرِه

✅ِ وَالشَّرَّ لَيْسَ بِمَحَبَّةِ اللَّهِ وَلا بِرِضَاهُ وَلا بِأَمْرِهِ


🌴 _"Wajib beriman; wajib diyakini  sesungguhnya kebaikan, keburukan, ta'at, maksiat, kekufuran dan keimanan; kesemuanya itu terjadi dengan kehendak Allah ta'ala, ilmu-Nya, ketentuan-Nya (diciptakan oleh Allah) dan qadar-Nya (yakni masyi'ah; kehendak Allah)"_

✨ _"Namun kebaikan itu terjadi dengan mahabbah; dicintai Allah, ridha dan perintah-Nya"_

 ✨ _"Adapun keburukan itu terjadi bukan dengan mahabbah-Nya; tidak dicintai Allah, tidak diridhainya dan tidak diperintahkannya"_.


✍....silahkan share, semoga bermanfaat.😊

Perlukah Jihad Dengan Mengangkat Senjata ?

Written By Redaksi Nasional on Thursday, 9 February 2017 | 05:29:00



إن تنصر الله ينصركم و يثبت أقدامكم
Jika kalian menolong agama Allah maka Allah akan menolong kalian dan memantapkan langkah kalian

مفهوم الجهاد في سبيل الله نحن نتعشق إليه...نحن نتمناه...نحن نرجوه...
Arti jihad fi Sabilillah adalah kita merindukan, mengimpikan dan mengharapkan Ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala...

لكن ليس ﻷجل دمار الشعوب...جهادنا في سبيل الله إحياء للشعوب...
Akan tetapi bukanlah jihad tersebut untuk menghancurkan suatu negeri...
sebaliknya jihad kita bertujuan untuk membangun dan menghidupkan kembali sebuah negeri...

حتى اليوم الذي سيأتي و نحن نحمل السيف نحن لا نحمل لنقتل...نحن نحمل لرفع الهيبة للإسلام...
Kalaupun esok kita akan membawa pedang...
maka tujuan kita membawa pedang bukanlah untuk membunuh...
akan tetapi kita membawa pedang untuk mengangkat dan menjunjung kewibawaan agama Islam...

و أعدوا لهم ما استطعتم من قوة و من رباط الخيل لترهبون به عدو الله و عدوكم...
"Persiapkanlah untuk memerangi mereka apa yang kalian mampu dari kekuatan dan kendaraan *untuk memperlihatkan dengannya kewibawaan (Islam)* kepada musuh Allah dan musuh kalian"....

هيبة اﻹسلام...بياضة اﻹسلام...دائرة حقيقة اﻹسلام تجب أن تحمى...
أحيانا تحمى بالقلم...
أحيانا تحمى بالقدم...
أحيانا تحمى بالفم...
أحيانا تحمى بالدم...
Kewibawaan Islam...Kesucian Islam...Hakikat Islam wajib untuk selalu dijaga...
Terkadang harus dijaga dengan tulisan...
terkadang dengan kekuatan...
terkadang dengan lisan...
terkadang dengan darah...

لكن هذه الحماية ما تتأتى إلا بالرجال الذين يتدربون على المعاني العالية...
Akan tetapi penjagaan kewibawaan Islam ini tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang2 yang terlatih serta memahami makna dan tujuan yang luhur...(Yaitu orang yang mempunyai hubungan kuat dengan Allah melalui ilmu dan ibadah yang ia lakukan..)

📚AlHabibAbuBakrBinAliAlMasyhur
 Video You Tube :


Manfaat - Manfaat Majelis Ilmu

Written By Redaksi Nasional on Wednesday, 8 February 2017 | 04:26:00


 فوائد المجالس
Manfaat-manfaat majlis

 مقتطفات من محاضرة الأبنية الضرورية لإعادة بناء مدرسة حضرموت الأبوية.. للحبيب أبي بكر المشهور.
⏱مساء الخميس ٥ / ٥ / ١٤٣٨ھ
🕌 دار المصطفى بتريم

Petikan-petikan ceramah Al-Habib Abubakar Al-Masyhur.
Malam jum'at 5 / 5 / 1438H di Darul Musthofa tarem

 ينبغي علينا أن نحرص على أن لا تفوتنا الأوقات فالأيام تمر، وإذا أعطاك الله صفة الاستعداد لانتهاز الفرصة وانتهاز الوقت عرفت قيمة وقتك وعمرك.

Seharusnya  kita selalu ingin tidak kehilangan waktu karena hari terus berjalan, bila ALLAH telah memberimu sifat memanfaatkan peluang dan memanfaatkan waktu maka kamu telah mengetahui mahalnyanya waktu dan usia.

وهذا ما يتأتى إلا للذي يرتب وظائف الأوقات, وهي الطريقة الوحيدة التي تدل طالب العلم والسالك والمريد على طريق الجنة وعلى الابتعاد عن الشر وأسبابه.

Dan ini tidak akan mungkin terjadi kecuali pada orang yang menertibkan pekerjaan-pekerjaan dalam waktu yang ia miliki, dan itu satu-satunya cara yang dapat menunjukkan jalan menuju surga dan terhindar dari kejelekan dan penyebabnya bagi orang yang mencari ilmu.

Video You Tube Tu H M.Yusuf Bin Abdul Wahab https://www.youtube.com/shared?ci=LjWBA6snFe4

Video Terbaru Nan Cantik Mars Cikal Bakal Berdirinya Nahdhatul Ulama (NU)

Written By Redaksi Nasional on Tuesday, 7 February 2017 | 09:27:00


Sejarah cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama dalam lirik lagu. Cerita dimulai sejak Syeikhona Kholil Bangkalan. Melalui nada-nada indah seperti ini, semoga informasi sejarah NU bisa lebih mudah ditangkap. Video diunduh dari YouTube. Semoga berkah dan bermamfaat.
Link You Tube: https://youtu.be/CCH5Evcd3zA



Menarik Pentolan JIL Ulil Absar Berbicara:

Written By Redaksi Nasional on Friday, 3 February 2017 | 23:01:00



 " Ahok berbahaya bagi hubungan antar
    agama di negeri ini."

Isi Kultwit
1. Saya masih gatel soal penyadapan SBY ini, dan soal tuduhan bhw SBY memesan fatwa dari MUI soal Ahok. Saya tak betah untuk tak ngetwit lg.
2. Bahwa ada pembicaraan per telepon antara SBY dan Kiai Maruf soal kunjungan AHY ke PBNU, benar. Dan tak ada yg salah dg itu.
3. Tetapi bhw SBY memesan fatwa dari MUI soal Ahok, dan ada pembicaraan via telp soal itu, saya yakin tak ada.
4. Apalagi SBY menekan MUI agar menerbitkan fatwa soal Ahok, jelas ndak benar. Yg mungkin "nyetir" MUI bukan SBY, ttp penguasa dong.
5. SBY sekarang bukan penguasa. Dia tak punya kapasitas untuk nyetir MUI. Yg paling mungkin nyetir MUI, kalau mau, ya penguasa skg.
6. Ketika Kiai Maruf menolak adanya pembicaraan dg SBY di pengadilan, yg ditolak adalah adanya telp soal pesanan fatwa.
8. Kalau soal pembicaraan mengenai kinjungan AHY ke PBNU antara SBY dan Kiai Maruf, memang ada. Tp itu non-issue.
9. Jadi, ketika pengacara Ahok menuduh Kiai Maruf berbohong soal adanya pembicaraan dg SBY per telepon, mereka jelas ceroboh dg tuduhan itu.
10. Secara pemikiran, saya berseberangan dg Kiai Maruf, hingga sekarang. Tapi ndak terima kalau dia dituduh bohong oleh pengacara Ahok.
11. Kiai Maruf sama sekali tak bohong dlm hal tak adanya pembicaraan per telepon dg SBY soal permintaan fatwa.
12. Tapi tampaknya pengacara Ahok yakin benar ada bukti bhw SBY memesan fatwa dari MUI soal Ahok. Kita tunggu saja buktinya.
13. Bukti ini perlu digelar secara publik, biar tuduhan Ahokers bhw SBY ada di belik fatwa MUI soal Ahok bisa dikubur. Ini tuduhan bengis!
14. Sekarang saya akan twit soal Ahok. Saya tak pernah ngetwit soal pribadi Ahok selama ini, sampai soal Kiai Maruf ini muncul.
15. Selama ini twit2 saya paling hanya mengkritik Jokowi atau mempromosikan AHY. Tapi mengkritik Ahok, nyaris ndak pernah.
16. Tetapi gara2 kasus Kiai Maruf ini, terpaksa saya bicara terus-terang soal Ahok. Terpaksa, karena kondisi "force majeur".
17. Tadi siang saya ngetwit bhw Ahok ini "too dangerous to our social fabric." Saya serius dg twit itu. Tidak main2.
18. Sejak awal hingga sekarang, sikap saya jelas, tanpa tedeng aling2: saya tak anggap Ahok melecehkan agama. Ini sikap saya.
19. Tapi bkn berarti Ahok tak lakukan kesalahan. Dia lakukan blunder politik yg bodoh dg pernyataan2nya yg kurang perlu soal Al Maidah dulu.
20. Sekarang Ahok melakukan blunder lg dg memproduksi kesalahan yg bikin marah segmen umat yg penting, yaitu NU.
21. Saya tahu tak semua warga NU marah dg perlakuan Ahok atas Kiai Maruf. Tapi yg marah, harus diakui, banyak jg. Jangan "denial" dong.
22. Kalau pengurus pusat GP Ansor mengeluarkan pernyataan keras untuk bela Kiai Maruf, ini sudah "wake up call". Ahok "crossing the line".
23. Blunder2 Ahok ini menegaskan satu hal: dia tak sensitif terhadap konteks sosial. Insensitivitas dia bisa bahayakan huhungan2 keumatan.
24. Merawat harmoni sosial itu susah. Dan tampaknya Ahok "took this too lightly". Dia hanya mau jalan dg ego dan arogansinya sendiri.
25. Ahok "complain" karena diperlakukan tak adil oleh FPI. Fair enough. Ini komplain yg "justified". Saya jg bukan pendukung FPI.
26. Tp yg saya sayangkan: jika Ahok tahu berhadapan dg kelompok spt FPI, kenapa dia bikin pernyataan2 yg justru bisa "membunuh"-nya sendiri?
27. Sekarang Ahok tak saja membuka front dg FPI, tetapi dg umat NU. Maunya apa orang ini? Mau merusak hubungan sosial dan keumatan?
28. Kalau Anda seorang pemikir bebas di kampus, boleh lah bikin statemen yg kontroversial soal agama. Tapi kalau pejabat publik kayak Ahok?
29. Ahok jangan niru2 Gus Dur, ikut2an mau bikin statemen yg kontroversial soal agama. Ndak maqam-nya. Harus tahu diri.
30. Kalau anda pejabat publik, anda harus hati2 ketika berhadapan dg isu2 sosial yg potensial membangkitkan kemarahan orang banyak.
31. Kalau anda sembrono sbg pejabat publik dg berceloteh seenaknya, ya anda harus siap menghadapi resikonya. Jangan salahkan umat/rakyat.
33. Membela Ahok dg argumen pluralisme dan kebhinnekaan dlm situasi dan konteks spt ini, jelas "completely misplaced"!
34. Saya justru berpendapat, Ahok tampaknya tak peduli dg kebhinnekaan. Dia hanya peduli dg egonya sendiri.
35. Jika Ahok peduli dg kebhinnekaan, dia tak akan berlaku kasar pada Kiai Maruf. Sbb ini potensial bikin marah warga nahdliyyin.
36. NU itu ormas yg selama ini paling "friendly" pada Ahok. Nahdliyyin yg dukung Ahok jg banyak. Kok bisa Ahok berlaku kasar pada tokohnya?
37. Insentisitivitas Ahok pada konteks sosial sudah sampai pada derajat yg "intolerable". We cannot afford having him as governor anymore!
38. Membiarkan Ahok pada posisi publik yg penting spt gubernur jelas tak bisa dibenarkan. Membahayakan kehidupan sosial.
39. Tak pernah saya seterus terang ini. Tapi saya harus mengatakannya: Ahok berbahaya bagi hubungan antar-agama di negeri ini.
40. Sikap2 sosial Ahok sama sekali tak kondusif dan "kompatibel" dg tujuan bersama untuk merawat harmoni sosial. Sekian.

12 Tahun Tsunami Dipisah Tsunami

Written By IKAPAS Nisam on Thursday, 2 February 2017 | 21:44:00

Muhammad Akbar 20 tahun, kini berkumpul bersama di rumah keluarganya di Desa Lamdingin, Banda Aceh, Kamis (2/2). Remaja tersebut sempat terpisah dari keluarga setelah 12 tahun akibat tsunami 2004 silam. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA 

BANDA ACEH - Cut Fauziah, warga Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (31/1) kembali bertemu dengan remaja yang diduga sebagai anaknya yang menghilang saat tsunami 12 tahun lalu. Remaja itu merupakan Muhammad Akbar Tanjung (20) yang selama ini menetap di Gampong Awek, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, bersama keluarga angkatnya.
Cut Fauziah kepada Serambi kemarin menceritakan, pertemuan Akbar berawal dari kecurigaan pihak keluarganya yang menetap di Lamsujen, Lhoong, Aceh Besar. Saat itu Akbar datang ke gampong tersebut meminta sedekah mualaf. Karena mirip dengan Akbar yang menghilang saat tsunami, mereka pun langsung mempertemukan Akbar dengan Fauziah yang menetap di Banda Aceh.
“Saya saat ini masih antara percaya tidak Akbar anak saya atau bukan, karena kondisi dia masih linglung,”ujar Fauziah. Sebagian pihak keluarga dan kerabatnya juga berfirasat remaja tersebut memang Akbar yang hilang tsunami 26 Desember 2004 saat itu masih berumur 8 tahun.
Dari bentuk bibir, dan ada beberapa tanda yang menjadi dasar keyakinan keluarga. Namun jika dulu Akbar kecil bernama Maulana Akbar, kini namanya Muhammad Akbar Tanjung, tak diketahui siapa memberi nama baru itu. Fauziah mengisahkan, saat bencana itu ia bersama suaminya, Samsul Bahri, adik, dan ketiga anaknya terpisah saat dihempas tsunami. “Saat itu Akbar minta tolong, tapi saya tidak bisa memegang tangannya, itulah terakhir kalinya saya melihat Akbar,” lirih Fauziah.
Setelah tsunami ia melihat foto Akbar dipajang di Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh, sebagai anak-anak korban tsunami yang pernah dirawat di rumah sakit itu. Namun ia kehilangan jejak, walaupun sudah mencari ke beberapa tempat, mereka tidak pernah menemukan Akbar lagi. Sedangkan Akbar tidak ada yang diingat tentang bencana tsunami, yang ia ingat saat kecil ia memiliki bekas jahitan di bagian perut dan lebih banyak diam.
Karena masih ada anggota keluarga yang ragu mengenai Akbar sebagai anak Cut Fauziah. Pihak keluarga pun ingin memastikan kebenaran itu dengan melakukan tes DNA. “Agar tidak ada keraguan lagi harus dilakukan tes DNA,” ujar Ernawati, adik dari ayah Akbar.
Begitupun, Ernawati mengaku belum mengetahui bagaimana prosedur untuk melakukan tes DNA, dengan harapan ada pihak yang membantu memfasilitasi. Menurut Fauziah, bahwa sebelumnya pihak Dinas Sosial juga sudah berkunjung dan mendata.(Tribunaceh)

Nantikan Live Debat Kandidat Cabub Bireuen di TVRI dan Radio Diradja FM Hari Ini

Written By IKAPAS Nisam on Wednesday, 1 February 2017 | 20:41:00


Khabarpopuler.comDebat publik kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bireuen yang akan digelar Kamis (2/2/2017) akan disiarkan live (langsung) di TVRI mulai pukul 14.00 Wib.

Hal itu dikatakan Komisoner KIP Bireuen, Agusni SP kepada awak media, Selasa (31/1/2017) sore,  Debat Kandidat yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Febuari 2017 akan liput dan disiarkan langsung oleh TVRI, jadi bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya dapat menonton dilayar TV masing masing di rumah, atau ikuti via Radio Diradja FM 102.6 Mhz Simpang Mamplam.

Bagi masyarakat Bireuen bisa menonton debat publik tersebut melalui televisi atau via Radio.
Reporter: Abi Zen Ridadja FM
 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. KHABAR POPULER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site