Tuesday, 21 January 2020

Ayo Mondok Ke Dayah Nasyrul Ulum, Pendaftaran Santri dan Siswa Baru Dibuka

Abi Zulfikar Imran, Pimpinan Dayah Nasyrul Ulum Al-Aziziyah

KHABARPOPULER.COM | Pilihan yang tepat untuk sibuah hati anda adalah tempat pendidikan yang layak dan bermutu. Kombinasi pendidikan formal dan pendidikan pesantren tradisional yang akan menjadikan pelajarnya berkualitas dunia dan akhirat.

Yayasan Dayah Nasyrul Ulum Al-Aziziyah kembali menerima santri dan siswa SMP baru untuk tahun ajaran 2020/2021.



Dayah ini dipimpin Abi Zulfikar Imra. Beliau alumni Dayah MUDI Mesra Samalanga. Dayah yang dipimpinnya ini terletak di Gp. Namploh Papeun, Kec. Samalanga, Kab. Bireuen.

Percayakan putra anda untuk diasuh oleh tenaga pengajar propesional. Sebahagian besar tenaga pengajar adalah guru pesanten MUDI Mesra.

Untuk informasi lebih jelas segera hubungi panitia:

TGK. MUHAMMAD NESFU S :  0852-7055-0036
TGK. RAMAZAN : 0853-6287-4363
TGK. ANDRI SYAHRIAL : 0823-6334-8285

Reporter: Andri
Editor : Martunis A. Jalil

Sunday, 19 January 2020

Perempuan yang Perlu Dicerai dan yang Tidak Perlu



Diantara Isteri yang dianjurkan untuk dithalaq adalah Isteri yang berakhlak sangat buruk, yaitu jenis isteri yang biasanya laki-laki enggak sanggup bersabar hidup bersamanya.

Jadi, Kalo buruk “dikit” enggak dianjurkan untuk dithalaq, karena kalo buruk “dikit” dianjurkan untuk dithalak, rame banget yg sunat dithalaq, karena perempuan yang shaleha dikit kali di Dunia. Kata Rasul:

اﻟﻤﺮﺃﺓ اﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻲ اﻟﻨﺴﺎء ﻛﺎﻟﻐﺮاﺏ اﻷﻋﺼﻢ

Perempuan shalihah diantara para perempuan itu sperti Burung Gagak yang putih sayapnya.

📚
ﻭﻓﻲ اﻟﺤﺪﻳﺚ «اﻟﻤﺮﺃﺓ اﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻲ اﻟﻨﺴﺎء ﻛﺎﻟﻐﺮاﺏ اﻷﻋﺼﻢ» ﻛﻨﺎﻳﺔ ﻋﻦ ﻧﺪﺭﺓ ﻭﺟﻮﺩﻫﺎ ﺇﺫ اﻷﻋﺼﻢ، ﻭﻫﻮ ﺃﺑﻴﺾ اﻟﺠﻨﺎﺣﻴﻦ ﻭﻗﻴﻞ اﻟﺮﺟﻠﻴﻦ

📚
ﺃﻭ ﻣﻨﺪﻭﺏ: ﻛﺄﻥ ﻳﻌﺠﺰ ﻋﻦ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺤﻘﻮﻗﻬﺎ ﻭﻟﻮ ﻟﻌﺪﻡ اﻟﻤﻴﻞ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﺃﻭ ﺗﻜﻮﻥ ﻏﻴﺮ ﻋﻔﻴﻔﺔ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺨﺶ اﻟﻔﺠﻮﺭ ﺑﻬﺎ ﺃﻭ ﺳﻴﺌﺔ اﻟﺨﻠﻖ: ﺃﻱ ﺑﺤﻴﺚ ﻻ ﻳﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻋﺸﺮﺗﻬﺎ ﻋﺎﺩﺓ ﻓﻴﻤﺎ اﺳﺘﻈﻬﺮﻩ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﻭﺇﻻ ﻓﻤﺘﻰ ﺗﻮﺟﺪ اﻣﺮﺃﺓ ﻏﻴﺮ ﺳﻴﺌﺔ اﻟﺨﻠﻖ ﻭﻓﻲ اﻟﺤﺪﻳﺚ: "اﻟﻤﺮﺃﺓ اﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﻲ اﻟﻨﺴﺎء ﻛﺎﻟﻐﺮاﺏ اﻷﻋﺼﻢ

Wallahu A`lam.
Abi Waliyunis M. Nur
Pimp. Dayah Syumusyul Ma'rifah, Paya Gaboh, Kec. Sawang

Mulazamahkan Doa Ini Niscaya Engkau Masuk Surga

Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hassani 


Barangsiapa yang mengucapkan (doa di bawah ini) di waktu pagi dan sore, lalu pada hari itu atau pada malam itu ia meninggal dunia, ia masuk surga. (Doa termaksud ialah):

أللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku dan aku hendak memenuhi janjiku kepada-Mu sebatas kesanggupanku. Aku pun berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Dengan nikmat yang Eng­kau limpahkan kepadaku aku dapat kembali kepada kebenaran-Mu, namun aku kembali dengan membawa dosa kesalahanku. Oleh karena itu ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengam­puni kecuali Engkau” (Diketengahkan oleh Imam Ahmad).

Kepada Anas r.a. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam berkata: Kepadamu kuajarkan apa yang diajarkan oleh Jibril kepadaku. Jika engkau membutuhkan sesua­tu dari orang yang pelit dan kikir, atau dari penguasa yang zalim, atau dari pemberi utang yang bengis hingga engkau takut menghadapi kebengisannya, maka ucapkanlah (doa):

أَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِي لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ. أللَّهُمَّ سَخِّرْ لِي فُلاَنًا كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِي قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَديْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لاَ يَنْطِقُ إِلاَّ بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِي قَبْضَتِكَ قَلْبثهُ بِيَدِكَ جَلَّ ثَنَاءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِميْنَ

“Ya Allah, Engkau Yang Mahajaya lagi Mahabesar, sedangkan aku ini adalah hamba-Mu yang lemah dan hina, yang tidak berdaya dan tidak mempunyai kekuatan apa pun kecuali atas pertolongan-Mu. Ya Allah, buatlah si Fulan di depanku seperti Engkau dahulu membuat Fir’aun di depan Musa, dan lunakkanlah hati si Fulan itu terhadapku seperti Engkau dahulu melunakkan besi di tangan Dawud. Ia (si Fulan itu) tidak akan dapat berbicara kecuali seizin-Mu, ubun-ubun-Nya berada di dalam genggaman-Mu dan hati­nya berada di tangan-Mu. Maha Terpujilah Wajah-Mu, ya Allah, Pengasih yang sebaik-baiknya.” (Diketengahkan oleh Ad-Dailami).

Sumber : Terjemah Syaraf al-Ummah al-Muhammadiyyah Karya Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hassani (habibnoveljindan.com)

BREAKING NEWS | Bupati Bireuen Pulang Menghadap Allah SWT


KHABARPOPULER.COM | Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti Kabupaten Bireuen, Bupati Kabupaten setempat, H Saifannur dikabarkan meninggal dunia.

Ia menghembus nafas terakhir di RS Siloam, Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2020) sekitar pukul 21:00 WIB.

Saat ini jenazah sedang dalam proses pemulangan ke Bireuen.

Kabar duka itupun begitu cepat tersebar diberbagai Whatshap Grup begitu juga dinding media sosial lainnya seperti Facebook.

“Ya betul,” kata Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat menjawab media (acehimage.com.)

Seperti diketahui, H Saifannur merupakan Bupati Bireuen yang diusung oleh partai Golkar.


Sumber : Acehimage.com

5 Hal Penting Membina Rumah Tangga Bahagia, Yok Baca Apa Saja


Busana Pria By Rasie Shop Samalanga

Impian sakinah, mawaddah, warahmah dalam membina rumah tangga mudah diucapkan tapi susah untuk dicapai.

Perlu usaha lebih bagi suami dan isteri dan bukan hanya sekedar diucapkan di bibir saja. Usaha lebih tersebut bisa berwujud komitmen agama yang kuat dan kesepakatan kedua belah pihak.

Setikanya ada lima hal yang perlu dilakukan suami-isteri untuk mencapai sakinah, mawaddah, warahmah dalam berumah tangga.

Yang pertama, saling memaafkan apabila ada kesalahan atau salah paham.

Kedua, saling menghormati yang meliputi banyak hal di antaranya menghormati kesibukan masing-masing, menghormati hal yang tidak disukai dan lain sebagainya.

Ketiga, saling melindungi dan mengingatkan untuk kebaikan atau bila dalam khilaf. Tiga hal ini menurutnya begitu sering diucapkan oleh pasangan suami istri namun sedikit yang bisa melakukannya. Karena berbagai alasan.

Keempat yaitu saling musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan melakukan sesuatu.

Kelima yaitu saling menjaga diri. Lima hal tersebut bila dilakukan dengan baik dan dilaksanakan dengan penuh komitmen maka keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah bukan hal yang sulit lagi. Tujuan pernikahan ungkapnya adalah untuk menenangkan hati serta pikiran dan akan bisa terwujud dengan sendirinya bila lima hal ini sudah dilakukan.

Sumber : Nu.or.id

Friday, 17 January 2020

Gerakan Rumah Miskin, BMU Galang Dana Untuk Rumah Ke 41 Di Pidie


KHABARPOPULER.COM | BMU Peduli Pusat c/q DPD BMU Pidie , pada hari Senin 06 Januari 2020 resmi membuka donasi untuk pembangunan Rumah Layak Huni BMU WPU 041. Rumah tersebut untuk Ridwan M. Husen bersama keluarga, Gampong. Pante Garot, Kecamatan. Indrajaya, Kab. Pidie.

Ridwan M Husen (44) dan istrinya Dahniar (42) mempunyai 4 orang anak masing-masing Muazif (19), Nanda Raisal (16), Nazira (15), dan Zafira (8) berdomisili di Gampong Pante Garot Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie berprofesi sebagai Kuli Bangunan menempati rumah ukuran 5X6 M dengan satu kamar dan dapur, atapnya seng sebagian daun rumbia sudah bolong-bolong berdinding papan dan triplek bambu sudah lapuk termakan usia dengan kondisi memprihatinkan, sehingga anak-anaknya terpaksa harus menumpang tidur di rumah neneknya.

Sekjen BMU Pusat Tgk, Zainuddin MZ mengatakan ” Setelah mendapatkan persetujuan Imam Besar BMU Tgk. H Muhammad Yusuf H. A Wahab (Tu Sop Jeunieb) resmi di buka Dompet Donasi untuk penggalangan dana dari para dermawan untuk kebutuhan biaya pembangunan rumah layak huni tipe 6X6 permanen untuk keluarga Ridwan M Husen.


Berdasarkan estimasi biaya oleh Ketua Gerakan BMU Peduli Murthala ST terhadap Pembangunan Rumah Layak Huni No, 041 membutuhkan anggaran sebesar Rp 64,596,000 untuk membeli berbagai material dan ongkos tukang.

Bagi yang ingin membantu meringankan beban saudara kita bisa menyalurkan donasi Infaq ke No Rekening Bank BRI: 3923-01-012872-53-9 A/n. Gerakan BMU Peduli.

Konfirmasi donasi Infaq telepon /Wa Bendahara 085262906456 (Fitriadi Rusli).

Laporan : Bahri Al-Arani

Kini Ijazah Jenjang SMP Dayah MUDI Diakui Secara Nasional

Penerimaan SK dari Kementrian Agama

KHABARPOPULER.COM | Dayah Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga resmi terdaftar sebagai penyelenggara Mu'adalah tingkat Wustha melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam  4241 Tahun 2019. Surat keputusan ini diserahkan kepada Mudir satuan pendidikan pada tanggal 16 Januari 2020 di Gedung Kementrian Agama Jakarta Pusat sekaligus dengan penandatanganan Pakta Integritas.

Dalam Pakta Integritas disebutkan bahwa harapannya pendidikan Muadalah Wustha  Dayah MUDI mampu menciptakan lulusan sebagaimana tujuan Pendidikan Nasional dan tujuan Pesantren sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Selain Dayah MUDI, ada dua Dayah lainnya dari Aceh yang juga diundang dalam acara ini, yaitu Dayah Darussalam Al-Waliyah Labuhan Haji untuk penyerahan SK Pendirian Mahad Aly dan Dayah Malikussalih Panton Labu untuk penyerahan SK penyelenggaraan pendidikan Muadalah Ulya dan Wustha.

Sebelumnya, Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga juga telah resmi terdaftar sebagai penyelenggra Muadalah tingkat Ulya dan telah melahirkan banyak lulusan serta juga menjadi penyenggara pendidikan Tinggi Ma'had Aly dengan SK tahun 2016 yang pada tahun ini akan mewisudakan angkatan pertama. Abi Zahrul Mubarrak selaku Mudir Ma’had Aly yang juga Ketua Penyelenggara Pendidikan Muadalah Dayah MUDI hadir untuk menerima langsung penyerahan SK Muadalah Wustha di Kementerian Agama RI.

Sumber: mudimesra.com

Thursday, 16 January 2020

DRR RI Asal Aceh Bersama Ulama Aceh Temui Ketua Umum PBNU, Bahas Kemandirian Ekonomi Dayah


KHABARPOPULER.COM | H Ruslan M Daud Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB dan ulama kharismatik Aceh melakukan pertemuan silaturrahim dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof  Dr Said Aqil Siroj di Kantor PBNU Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Ulama Aceh yang hadir  Abu Mudi, Abu Langkawi, Waled Nu (Dewan Suriah PW NU Aceh), Tgk. H. Faisal Ali (Ketua Tanfidziah PW Aceh), Iskandar Zulkarnaen, Ph.D (Wakil Ketua PW NU Aceh), Dr. Tgk. Muntasir A.Kadir, MA (Ketua PCNU Bireuen), Tgk. Zahrul Fuadi Mubarak atau Abi Mudi (Pimpinan Ma'had Ali) dan Usman anggota DPRK Bireuen dari Partai Kebangkitan Bangsa, Tgk. Sulaiman (Nek Man), Tgk. Hanan serta sejumlah cendikiawan muslim asal Aceh lainnya.


HRD mengatakan silaturrahim ini adalah upaya membangun sebuah gugusan yang kokoh untuk menghadapi tantangan bangsa yang lebih dahsyat dalam konteks persaingan global yang sedang berlangsung saat ini.

"Peran para ulama sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara kita," sebut HRD.

Waled Nuruzzahri yang juga pimpinan Dayah Ummul Ayman menyoroti tentang pentingnya kemandirian ekonomi dayah/pesantren Indonesia.

"NU harus mendorong lebih kuat lagi sehingga kemandirian dayah akan wujud dalam konteks pembangunan SDM yang religius", terang Waled NU.

Ketua Umum PBNU Prof Said Aqil Siroj menyampaikan  pentingnya pemanfaatan sumber daya jamaah Nahdliyin dalam menjawab tantangan masa depan bangsa dan negara.

"Aceh merupakan wilayah yang selalu berperan aktif dalam mensyiarkan pembangunan bangsa berkeadilan,"sebut Ketum PBNU.

Lebih lanjut Prof Said Aqil Siroj mengucapkan terimakasih kepada Abu Mudi, Abu Langkawi, Waled Nuruzzahri, HRD dan seluruh rombongan yang telah berkenan hadir bersilaturahim dengannya.(*)

Sumber : Serambinews.com

Sunday, 1 December 2019

Kisah Ibrahim bin Adham Berjalan Kaki Sampai Ke Mekkah untuk Mencari Ilmu


Ibrahim bin Adham pernah ditanya tentang apa yang bisa menyebabkan dirinya mencapai tingkat zuhud, lalu ia menjawab ada tiga hal, yaitu:

1. "Kulihat kuburan adalah alam yang begitu mengerikan, sedang aku tidak punya teman yang dapat menghilangkan rasa takutku.

2. Kulihat perjalananku sangat jauh, sedang aku tidap punya bekal yang dapat mengantarkanku ke tujuan.

3. Kulihat Tuhan Yang Mahaperkasa sebagai hakim, sedang aku tidak punya alasan untuk membela diriku di hadapan-Nya."

Ibrahim bin Adham adalah seorang yang dulunya pernah menjadi pengusa dinegerinya, lalu meninggalkan kekuasaanya demi mencari kebahagian akhirat. Di Mekkah dan di tempat lainnya ia tekun beribadah dan bertobak kepada Allah.

Dalam Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah disebutkan bahwa nama lengkap Ibrahim bin Adham adalah Abu Ishaq bin Mansyur, putra seorang raja dari negeri Balkan.

Pada suatu hari ia berburu ke hutan. Di sana ia mengejar seekor musang atau kelinci yang menjadi buruannya. Saat mengejar buruannya tersebut tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa mengatakan: "Hai Ibrahim, apakah engkau diciptakan untuk berburu? Apakah engkau diperintahkan untuk berburu?"

Tidak lama kemudian suara tanpa rupa itu berseru kembali saat ia telah bertengger di atas pelana kudanya: "Demi Allah, bukan untuk ini engkau diciptakan dan bukan untuk melakukan ini engkau diperintahkan."

Setelah itu ia turun dari kudanya. Tanpa disengaja ia bertemu dengan seorang penggembala ternak milik ayahnya. Ia menukar kuda tunggangannya berikut semua perbekalannya dengan baju penggembala itu. Selanjutnya, ia masuk ke daerah pedalaman dan terus jalan kaki hingga sampai ke Mekkah.

Di Mekkah Ibrahim bin Adham menuntut ilmu dari Sufyan Ats-Tsauriy dan Fudhail bin 'Iyadh. Dari Mekkah ia melanjutkan perjalanannya ke Syria. Ia makan dan minum dari hasil keringatnya sendiri, seperti menerima upah dari mengetam, menerima upah dari memelihara kebun milik orang lain, dan pekerjaan lainnya. Ia meninggal di Syria.

Dikutip dari Kitab Nashahihul Ibad

Thursday, 11 July 2019

Bukti Abuya Maliki Seorang Waliyullah


Pada acara multaqo, saya dan ashab rombongan dari Malang mendengarkan kisah lengkapnya dari santri Abuya yang tahu persis dan mengalami akan kejadian tersebut. Sudah sangat mafhum, bahwa rumah Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki di Mekkah menjadi jujugan ziarah bagi para jamaah haji dari seluruh dunia. Bahkan Habib Salim Asy Syathiri, seorang alim yang dijuluki Sulthonul Ulama, menyebutkan bahwa setelah thowaf di Ka’bah, maka untuk menambah dan melengkapi fadhilah haji dianjurkan untuk thowaf (ziarah) di kediaman Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki.

Waktu itu, seperti biasanya, jamaah haji berbondong-bondong datang sowan ke kediaman Abuya. Akan tetapi ada seseorang yang datang, dan ketika memasuki gerbang kediaman Abuya orang ini berjalan dengan adab orang Jawa. Seperti seseorang yang mau menghadap raja. Tidak menggunakan dua kaki, tetapi berjalan dengan kedua lututnya.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO
Setelah sampai di dalam, orang ini langsung masuk dan duduk di balik tiang yang paling belakang. Dan tidak ada seorangpun yang menghiraukannya.

Abuya saat itu masih sibuk menemui tamu-tamunya.

Tiba-tiba Abuya berteriak, “hei, ada orang besar di sini. Coba cari dan suruh ke sini. Beliau dari Magelang … dari Magelang …”
Maka para santripun mencari orang yang dimaksud Abuya. Ada ungkapan, laa ya’riful wali illal wali (tidak tahu wali kecuali seorang wali), benar adanya. Abuya tidak tahu siapa saja yang akan datang hari itu dan dari mana saja. Akan tetapi Abuya seperti merasakan kehadiran orang besar dari Indonesia, tepatnya dari Magelang. Maka para santripun mencari orang yang dimaksud oleh Abuya. Satu persatu para peziarah ditanyai, adakah jamaah yang dari Magelang?

Setelah mencari cukup lama dan tidak ditemukan orang yang dimaksud. Terlihat ada jamaah haji yang duduk paling belakang menunjuk ke arah tiang. Dengan sedikit takut nunjuknya. Maka santri yang ditugaskan mencari, berjalan ke arah belakang. Benar saja, di balik tiang yang paling belakang duduk sosok sepuh, Mbah Hasan Mangli yang berasal dari Magelang dengan menundukkan kepala.

Maka, oleh santri tersebut beliau dipersilahkan untuk maju menemui Abuya. Akan tetapi Mbah Hasan Mangli tidak berkenan, tetap masih duduk dan menunduk. Abuya pun tahu. Maka Abuya memerintahkan santri yang asli Arab untuk membawa Mbah Hasan Mangli menemui Abuya. Akhirnya berhasil lah Mbah Hasan Mangli dibawa menghadap Abuya.

Setelah bertemu, Abuyapun merangkul Mbah Hasan Mangli, kemudian Abuya berteriak, “showwir… showwir…” potret… potret. Maka Habib Idrus, santri Abuya yang berkhidmah bagian motret pun segera melaksanakan perintah Abuya.

Sepertinya Abuya tahu, bahwa salah satu karomah Mbah Hasan Mangli adalah tidak bisa dipotret. Dan inilah fotonya. Foto Abuya sedang merangkul Mbah Hasan Mangli. Dan yang bikin heran adalah, pada saat Abuya memerintahkan memotret, di saat yang bersamaan banyak jamaah yang mengabadikan momen tersebut. Akan tetapi hasil foto yang jadi, hanya hasil foto yang dibidik oleh Habib Idrus santri suruhan gurunya.

Demikian kisah singkat pertemuan Prof. Dr. Al Muhaddits Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki Al Hasani dengan Mbah Hasan Mangli Magelang.

(Penulis: Sayyid Taufiq Al Jaelani, Malang)
Sumber: bangkit Media

Friday, 21 June 2019

Kalau Impian Tidak Membuatmu Cemas, Mungkin Impianmu Tak Cukup Besar


Kalau Impian Tidak Membuatmu Cemas, Mungkin Impianmu Tak Cukup Besar.


Lakukan Pekerjaan yang Anda Cintai dan Cintai Pekerjaan yang Anda Lakukan."



Lakukan pekerjaan yang anda cintai. Cintai Pekerjaan yang anda lakukan."